Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain ---Mengapa Begitu?
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
pada sebuah lingkaran duka
kau menyalakan dendam
dibikin dari api ketakutan
masa lalu kehilangan alamat
rumah sakit jiwa
bercak-bercak lukamu telanjur dikenali
sementara kau tak mengenali siapapun
sunyi perjalananmu
seperti tagihan obat-obat mahal
tak sempat dilunasi
ibu berwarna biru. terjatuh berkali-kali
saat menemanimu
mencari ayah dalam kertas silsilah
serupa menelusuri kota
yang hilang
dalam peta dunia
alkohol
membusuk pada lambung bapak
keinginan balas dendam
melarutkan diri sebagai intisari
kehidupan
bapak merahasiakan
cerita yang telah lama menyala
seperti zat adiktif
dibakar api ketidakpercayaan diri
memar kaki bapak
berjalan di atas
kesakitan yang tak memiliki penawar
berbotol musim telah tumpah
pada rumah kecil keluarga
yang tak siap menerima
kabar besar
I
waktu mengeras dalam kamar
sunyi menyublim kala purnama
menerangkan nama yang
tersimpan dalam gelap lemari:
mayat hidup berkalung azimat
di depan ada cermin menyembunyikan
bayangan tubuh, menyisakan rahasia
tentang segala muasal yang ganjil
berserakan bersama kehancuran
yang telah terlalu lama menetap di ini kampung.
II
suara kecil, pemandangan kecil,
mimpi kecil, kampung kecil
kapan akhir akan bermula!
tubuh membatu
di dalam waktu
hidupkanlah kata-kata
agar sepi yang bermuka-muka
terlepas dari kewajiban—
pungut aku kala purnama mengancam
dan pertarungan tak menghasilkan
siapa yang menang, siapa yang kalah
setelah itu kau harus kembali meletakkanku
agar aku bisa memberikan cahaya
kepada segala yang ingin melihat
meski dari lubang kecil kerang
serupa kebahagiaan muka pelaut
setelah lama tak pulang ke
rumah yang dihimpit hotel
membuat tegak tubuhmu perlahan menghilang
bintang-bintang kecil terjatuh
meninggalkan cahaya susut
pohon waru, hampir patah silsilah keluarga
akan kau dengar sayup bekas pertengkaran yang memaksaku
menyebar dengan sunyi ke garis pantai—
mimpiku yang terjadi setiap hari
harus kau ceritakan pada anak-anakmu
sebelum kau menjadi abu dan menyatu denganku
menyusuri pulau-pulau baru
di palung desember
“bulan akan tetap mengendalikanku,” katamu
kau telah menyembunyikan keinginan-keinginanmu
di antara hujan yang ragu-ragu dan terik matahari yang kaku
kau tidak akan melihat ke belakang
seperti rumah yang mengabaikan tanah sempit
dan pohon yang merindukan lengang angin
kau bergegas. komet malam menjemputmu
batas tak lagi menjadi pertanyaanmu yang tak kunjung selesai
berangkatlah, tidak ada masa depan
di mataku. hanya kekosongan berdiam diri
menelusuri napas terakhirmu
sebagai satu-satunya alat balas dendam
Penulis: Gilang Sakti Ramadhan
Editor: Adnyana Ole
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., berbagai program revitalisasi...
DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai hitam. Di depannya, seorang mahasiswa berdiri sembar...
PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLA...
ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek informasi tentang Bung Karno....
DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi...
Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini dua cerita yang telah direvitalisa...
Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika kuantum dan Interpretasi Kopenhagen. Nam...
JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar dari isi rekeningnya: semesta pasti punya rencana khusus...
Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah, hutan tua mendekapnya denganakar-akar yang t...