letup ingatan di sebuah lini masa selalu mengajak kita sowan pada waktu yang mengarsip di kepala yang mengarus di dada
tinta di atas lembar kitab yang terbuka –masih basah sebagaimana ingatan kita tentang puisi yang pertama kali ditulis pada malam-malam itu
di bawah rambat pohon anggur kita duduk sambil menyengget rembulan lalu menyulapnya menjadi bayi-bayi diksi yang gemas dan cengeng
letup ingatan di sebuah lini masa adalah ruang pulang bagi puisi yang sering kali sempug hatinya sebab bertengkar dengan deras usia
2024
GADIS TIMUR
saat dua tangannya terjerat malam ia melayang saja di pinggir pantai melebur dengan angin yang diunjal batu karang
suara camar terkurung dalam sunyi pesisir ketika mimpi-mimpinya perlahan hanyut tergulung pasang laut rambutnya merah berkibaran menebar rahasia tentang hujan yang diam-diam hendak berlayar di cekung pipinya
masa lalu telah menjadi perahu-perahu kecil yang tekun mengarungi kedalaman hatinya yang takluk baginya, seluruh ambisi harus surup di kota ini meski jejak belum genap melingkar meski atma tak mudah hangus terbakar
2025
WAKTU UNTUK TIDAK MENULIS PUISI
tidak ada waktu untuk tidak menulis puisi kecuali ketika kau dan aku tengah mati di bawah rembulan
2024
KELILING KOTA
barangkali kita perlu keliling kota bersama memaknai ulang setiap sudutnya menabur kembali kasih di setiap keloknya
barangkali juga kita perlu duduk berdua mengurai kata pulang yang menyumbat telinga membaca kedip lampu kota yang kerap gagal dicerna
banyak sepi yang mesti kita gusur sebab kota ini gemar membujur dan enggan berkesiur sementara hari-hari kita begitu terik. begitu pelik.
kota ini melahirkan kita, tapi bebunga yang mekar dalam usia kita adalah dari tanah yang jauh
DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang calon wirausaha ditanya mengenai apa y...
SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali seperti sediakala?"
Pertanyaan...
PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya di Jembrana-Bali, yang telah berpulang pada 21 Januari 20...
KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi ini: hutan-hutan terbaik yang be...
"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota Singaraja," ujar Bupati Buleleng, dr. I...
JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan akan datang orang-orang yang dan...
HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai marmer rumah mewah di kawasan elit. Suara temba...
MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA
mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata
jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta kebijakan berbe...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar. Di tengah gemuruh tabuh dan warna-warni busa...
RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat dikenali secara utuh dalam epik Ramaya...