letup ingatan di sebuah lini masa selalu mengajak kita sowan pada waktu yang mengarsip di kepala yang mengarus di dada
tinta di atas lembar kitab yang terbuka –masih basah sebagaimana ingatan kita tentang puisi yang pertama kali ditulis pada malam-malam itu
di bawah rambat pohon anggur kita duduk sambil menyengget rembulan lalu menyulapnya menjadi bayi-bayi diksi yang gemas dan cengeng
letup ingatan di sebuah lini masa adalah ruang pulang bagi puisi yang sering kali sempug hatinya sebab bertengkar dengan deras usia
2024
GADIS TIMUR
saat dua tangannya terjerat malam ia melayang saja di pinggir pantai melebur dengan angin yang diunjal batu karang
suara camar terkurung dalam sunyi pesisir ketika mimpi-mimpinya perlahan hanyut tergulung pasang laut rambutnya merah berkibaran menebar rahasia tentang hujan yang diam-diam hendak berlayar di cekung pipinya
masa lalu telah menjadi perahu-perahu kecil yang tekun mengarungi kedalaman hatinya yang takluk baginya, seluruh ambisi harus surup di kota ini meski jejak belum genap melingkar meski atma tak mudah hangus terbakar
2025
WAKTU UNTUK TIDAK MENULIS PUISI
tidak ada waktu untuk tidak menulis puisi kecuali ketika kau dan aku tengah mati di bawah rembulan
2024
KELILING KOTA
barangkali kita perlu keliling kota bersama memaknai ulang setiap sudutnya menabur kembali kasih di setiap keloknya
barangkali juga kita perlu duduk berdua mengurai kata pulang yang menyumbat telinga membaca kedip lampu kota yang kerap gagal dicerna
banyak sepi yang mesti kita gusur sebab kota ini gemar membujur dan enggan berkesiur sementara hari-hari kita begitu terik. begitu pelik.
kota ini melahirkan kita, tapi bebunga yang mekar dalam usia kita adalah dari tanah yang jauh
DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu bergerak perlahan melintasi Jalan Ngurah Rai menuju Gedung D...
Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan
TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali. Ledakan bom merenggut ratusan nyawa dan menggunca...
NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan usaha, hingga berbagai tr...
PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana, sebab keniscayaan yang akan pembaca dapati....
HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iya, hampir saja. Itu berarti b...
Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi dan tiang-tiang bangunan ikut...
KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses pemulihan roh kebudayaa...
IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah lama berhenti diajukan m...
PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu, Bre Redaktur Kompas Minggu.
Bagi saya, it...