Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
BULAN Januari 2025 menandai kelahiran 3 singles IGAP yangbernuansaalternative rock. Ini 3 singlesyang merupakan pemanasan menuju perilisan album penuh perdana IGAP, yang berjudul Acceptance, yang dijadwalkan rilis pada pertengahan 2025.
Acceptance adalah kolase kisah personal yang berkutat pada penerimaan-penerimaan dalam hidup sebagai manusia, yang lahir dan tumbuh berbeda-beda dengan hal-hal yang kadang tidak selalu sesuai rencana.
Lagu pertama “Cerebral Palsy” menjadi surat untuk anak perempuan saya yang tengah tumbuh dalam keadaan yang tidak sama dengan anak-anak lainya.
Sementara “Samarkan Perih” dengan mengusung sedikit unsur emo berkolaborasi dengan Wikan Suryajaya (Agapea), menjadi pengingat ketika menghadapi nasib buruk. IGAP juga menyelipkan lagu berbahasa daerah (Bali) ke - 2 dalam judul “Asimetris” dengan narasi bahwa hidup tak melulu tentang mudah dan indah, adakalanya manusia berhadapan dengan susah, juga menjadi payah, dan itu tidak apa-apa.
“Nantinya, semua track di album ini adalah cerminan kejadian-kejadian dalam kehidupan saya yang selalu berubah, namun akhirnya memutuskan untuk membiarkan orang lain melihat diri yang sebenarnya, tanpa kepura-puraan dan tanpa kekhawatiran bahwa orang lain akan menilai seperti apa,” kata IGAP yang bernama panjang I Gede Angga Pratama.
Dalam penggarapan album ini, IGAP melibatkan AA Ngurah Wimba sebagai produser dan untuk ilustrasi cover digarap oleh AA Aris Septiana. [T]
Link spotify:
Sumber: Rilis IGAP
Editor: Adnyana Ole
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
PADA zaman maya saat ini, seorang remaja tanpa menyentuh gadget atau handphone selama satu hari saja sudah termasuk hebat. Tapi di Desa Bungaya, Karangasem, Bali, ratusan remaja pu...
KESULITAN terbesar saya ketika harus membicarakan sajak-sajak Nuryana Asmaudi SA yang terkumpul dalam buku "Doa Bulan untuk Pungguk" (DBUP) adalah upaya menghilangkan bayang-bayang...
JIKA ingin melihat sejati-jatinya festival yang jujur, tanpa pesan ini-itu, tanpa pidato ini-itu, tanpa kampanye ini-itu, tanpa bau politik dan kekuasaan, tanpa EO dan panitia over...
MAHASISWA adalah sebutan untuk “siswa” dengan tambahan kata “maha” di depannya. Maha artinya besar. Mahasiswa tentu bukan lagi siswa biasa. Kehidupan siswa bisa bergantung pada or...
Cerpen: Made Adnyana Ole TUBUH mungil gadis itu ditusuk pedang cahaya ketika sinar purnama menerobos di sela ranting gaharu. Cahaya memantul dari tubuhnya hingga hutan kecil di tep...
IGAU andaikata rumput berwarna merah muda, sapi-sapi mungkin saja berwarna jingga. dan kau berdiri di atas batu kuning mengenakan sepatu hijau, menembaki aku dengan senapan buru l...
MASA KKN (Kuliah Kerja Nyata) kini sudah usai. Acara perpisahan di balai desa atau di lapangan umum sudah digelar dengan meriah, penuh canda sekaligus haru. Namun, setelah KKN buba...
MENYELENGGARAKAN ngaben megah menghabiskan banyak uang, diurus oleh beratus-ratus orang dengan uang ratusan juta rupiah, adalah salah satu contoh, betapa orang Bali senang sekali m...
BERBICARA sebagai orang awam, sembari turut menilai fenomena dan paradigma tentang berbagai hal yang terjadi di masyarakat, tentu dengan guyonan ringan ditambah dengan sruputan kop...