Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Untuk Pak Nyoman Sukerta, dan Cucunya Made.
Dipasang sejak Juni
Kungkungan lebah
Di pohon pohon cengkih
Di atas tanah terjal kaki gunung curam
Di sela sabar terus dipupuk perih
Setia Pak Tani menunggu
Lebah bermain terbang dan menari
Di bunga bunga putih doa
Menguar wangi bunga sari hidup
Menunggu raib waktu lima bulan itu tubuh kebal panas disengat;
Mantra dirapal, sayang.
Atau ia memang sudah kebal
Liat kulit serat usia
Menandakan ketabahan hidup
Dewa memberkatinya Oktober tanah basah
Buah lebat kasih dan legit dikecup;
Madu dipanen
Untuk,
Membayar rindu pada istri. Pada anak dan cucu
Diperas madu, manis untuk cinta.
Tajun, Oktober 2024
Ikan. Hanya seekor
Mati. Mengambang diantar ombak malam
Ikan. Nasib. Sial.
Ke langit. Pergi. Menjadi angin
Menjadi mimpi semua orang
Di bibir pantai
Singaraja, Januari 2025
Malam,
Maut memburuku di sudut sudut gelap, Ibu.
Mereka mendekat dan menarik pelatuk dari senapan neraka.
Pelor ditembakannya ke tubuhku panas. Kejang kejang aku,
“Ayo ke kastil Tuhan!” katanya. Aku tak mau.
Dan mereka semakin mendekat, Ibu.
Sedepa jaraknya.
Singaraja, Januari 2025
Anak mati di dalam tubuh seorang perempuan
Tanpa tangis. Pula tanpa darah.
Menjaga kotak suara yang tak lagi rahasia
Demokrasi pesta. Merupa penjagaan liang cuma cuma,
Pula seorang bapak mati
Karena perintah melebihi umur tua tubuhnya yang tak pernah dihitung
Lelaki itu mati rontok tulang dilalap kosong isi dompet
Lalu disambangi orang sedih wangi baju sebelum pergi berpesta dan menantikan hadiah mereka upah rapih menghitung duit
Sedang yang lain teler terjatuh karena mabuk rasa capek mencari duit
Hidup kecut di pinggir gang kampung rokok sepotong
Tanpa bintang bagi si mati tanpa lencana kehormatan di bawah pohon:
Yang tiada selalu dilupa. Yang mati pengap dikubur!
Singaraja, 29 November 2024
[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...