Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Di bawah langit bulan juli
Dingin udara terhenti
Di sudut rumah diri
Menyusup di celah pintu
tungku perapian
Kita bergantian
Jadi minyak
Tak sedikit
Tak banyak
“Begitu pekat cemar angin
Menusuk dari celah hitam jelaga
Mata terpejam
Akan datang”
katamu lantang
Kita duduk melingkar
Jadi dinding penghalang
Tak tipis
Tak tebal
“Bukankah di sini
Muara limbah
Bedebah tiada sudah
Tumpah di hati para petapa”
katamu tak sekali
Dan kita pun bergandengan
Jadi mesin daur ulang
Tak lebih
Tak kurang
2024
Jejak yang serupa
Mengotori tubuhku
O, hujan yang paling bijaksana
Mengapa tak kau hapuskan
Duka nestapa ini
Igau suara
Risau kata-kata
Dari bawah kolong meja
Dari atas batu paras
Dari sela-sela akar
Semakin tak mampu menawar hari
Seluruh luka bermuara di tubuhku
Bagai disayat sembilu
Di bawah terik matahari
Aku tak ingat lagi
Kapan terakhir kita menari
Kapan terakhir kita bernyanyi
Diiringi siul burung-burung merbah
Nak, segera langkahkan kakimu
Biar aku berdiri sendiri
Seperti kokoh batu paras itu
Menahan akar-akar perusak jalan purba kita
Yang bahkan tak sirna oleh suci tirta
2024
Lakuku
Padang-padang rahwana
Menguras sari pati tubuhmu
Pohon tua
Yang tercipta dari harum cengkih
dan wangi kopi
Maka kidungku
Persembahan terakhir
Yang kulantunkan
dari suara-suara sumbang
Jika akhirnya Kau terima
di musim kartika
Yang penuh suka
pun duka
Kumohon sebagai obat-obat penawar
Bagi gulma yang menubuh
di kebun sukma
Tajun, 2024
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...