“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
Di bawah langit bulan juli
Dingin udara terhenti
Di sudut rumah diri
Menyusup di celah pintu
tungku perapian
Kita bergantian
Jadi minyak
Tak sedikit
Tak banyak
“Begitu pekat cemar angin
Menusuk dari celah hitam jelaga
Mata terpejam
Akan datang”
katamu lantang
Kita duduk melingkar
Jadi dinding penghalang
Tak tipis
Tak tebal
“Bukankah di sini
Muara limbah
Bedebah tiada sudah
Tumpah di hati para petapa”
katamu tak sekali
Dan kita pun bergandengan
Jadi mesin daur ulang
Tak lebih
Tak kurang
2024
Jejak yang serupa
Mengotori tubuhku
O, hujan yang paling bijaksana
Mengapa tak kau hapuskan
Duka nestapa ini
Igau suara
Risau kata-kata
Dari bawah kolong meja
Dari atas batu paras
Dari sela-sela akar
Semakin tak mampu menawar hari
Seluruh luka bermuara di tubuhku
Bagai disayat sembilu
Di bawah terik matahari
Aku tak ingat lagi
Kapan terakhir kita menari
Kapan terakhir kita bernyanyi
Diiringi siul burung-burung merbah
Nak, segera langkahkan kakimu
Biar aku berdiri sendiri
Seperti kokoh batu paras itu
Menahan akar-akar perusak jalan purba kita
Yang bahkan tak sirna oleh suci tirta
2024
Lakuku
Padang-padang rahwana
Menguras sari pati tubuhmu
Pohon tua
Yang tercipta dari harum cengkih
dan wangi kopi
Maka kidungku
Persembahan terakhir
Yang kulantunkan
dari suara-suara sumbang
Jika akhirnya Kau terima
di musim kartika
Yang penuh suka
pun duka
Kumohon sebagai obat-obat penawar
Bagi gulma yang menubuh
di kebun sukma
Tajun, 2024
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...