“Full Day School”, Bentuk Generasi Emas atau Generasi Cemas?
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
Di bawah langit bulan juli
Dingin udara terhenti
Di sudut rumah diri
Menyusup di celah pintu
tungku perapian
Kita bergantian
Jadi minyak
Tak sedikit
Tak banyak
“Begitu pekat cemar angin
Menusuk dari celah hitam jelaga
Mata terpejam
Akan datang”
katamu lantang
Kita duduk melingkar
Jadi dinding penghalang
Tak tipis
Tak tebal
“Bukankah di sini
Muara limbah
Bedebah tiada sudah
Tumpah di hati para petapa”
katamu tak sekali
Dan kita pun bergandengan
Jadi mesin daur ulang
Tak lebih
Tak kurang
2024
Jejak yang serupa
Mengotori tubuhku
O, hujan yang paling bijaksana
Mengapa tak kau hapuskan
Duka nestapa ini
Igau suara
Risau kata-kata
Dari bawah kolong meja
Dari atas batu paras
Dari sela-sela akar
Semakin tak mampu menawar hari
Seluruh luka bermuara di tubuhku
Bagai disayat sembilu
Di bawah terik matahari
Aku tak ingat lagi
Kapan terakhir kita menari
Kapan terakhir kita bernyanyi
Diiringi siul burung-burung merbah
Nak, segera langkahkan kakimu
Biar aku berdiri sendiri
Seperti kokoh batu paras itu
Menahan akar-akar perusak jalan purba kita
Yang bahkan tak sirna oleh suci tirta
2024
Lakuku
Padang-padang rahwana
Menguras sari pati tubuhmu
Pohon tua
Yang tercipta dari harum cengkih
dan wangi kopi
Maka kidungku
Persembahan terakhir
Yang kulantunkan
dari suara-suara sumbang
Jika akhirnya Kau terima
di musim kartika
Yang penuh suka
pun duka
Kumohon sebagai obat-obat penawar
Bagi gulma yang menubuh
di kebun sukma
Tajun, 2024
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
HAY, ges, Salam Sejahtera untuk ges ges semua di seantero jagad Indonesia tercinta. Semoga semua masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu memegang teguh ideologi Panca...
RATUSAN anak mendadak berlarian dari sisi barat dan timur Taman Lumintang, Denpasar. Mereka menghambur begitu saja di tengah-tengah lapangan. Mereka menari, berlari, kejar-kejaran,...
Cerpen: Surya Gemilang PARA pengunjung Taman Palakosa dibuat menganga pada sore itu oleh kehadiran seorang pria bertubuh kekar yang wajahnya abnormal; ia bermata tiga—m...
RASANYA baru kemarin saya menjadi mahasiswa semester 6 dan kini sudah beranjak ke semester 7. Segala pahit getir hari-hari di semester 6 yang agak jahanam akhirnya bisa saya lalui...
“Dadi minum, sakewale abedik!” begitu pesan luhur dari Sembroli. Dan kalimat itu dikatakan berkali-kali. Setiap kali menyebut “pesan luhur”, ia selalu angkat gelas dan menenggak ar...
PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan...
MEDIA Sosial tentunya memberikan banyak manfaat. Mulai dari sarana untuk mengekspresikan diri, bertukar informasi, mencari lebih banyak teman, bahkan untuk menjalankan sebuah bisni...
BELAJARLAH pencitraan dari kuliner khas Buleleng, terutama dari lawar getih. Karena pencitraan itu adalah pertunjukan tentang “rasa dan kesan” yang serupa antara apa yang dilihat m...
SINTHA Pramadewi terlihat serius melihat aksara demi aksara yang tertulis di atas selembar daun lontar. Dengan terbata-bata ia berusaha membaca aksara demi aksara, yang ukurannya t...