Bubur tabah Putih tanpa rasa Lima penjuru Akar akar tumbuh Kuat menggenggam tanah Misal hidup lebih lama Tujuh belas ke tiga puluh lima Hitung-hitunglah Air-air menyusup batang Padi padi tujuh belas hari Ingat ingat pada dirinya
(Adaptasi dari lontar Dharma Pamaculan 3b-4a)
Kukung
Kukung, Kukung, Kukung Tepung tawar terbang Daun daun hijau diruapkan Benang benang diikatkan Pada padi padi dewasa Direstuinya cinta meraka Padi perempuan padi laki Dalam rumpun semai
(Adaptasi lontar Dharma Pamaculan 5a-)
Kayu Padi
Bila masuk bulan kelima Kuning itu bunga-bunga: kayu mas Kembali ke bulan ketiga Kembang sepatu merah Puja-puji bhatara Sembilan arah, sembilan warna, Dua belas musim berganti Bermula tanah basah Cangkul cangkul dihentakkan Rata tanah, rata air, rata langit Semai benih Padi tanam Purnama lewat menuju redup Bulan mati Tua padi Tertawa abadi
(Adaptasi dari lontar Dharma Pamaculan 1b-3b)
Puisi-puisi ini ditulis dalam rangkaian acara Singaraja Literary Festival 2024 dengan tema Dharma Pamaculan -- Energi Ibu Bumi
DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu bergerak perlahan melintasi Jalan Ngurah Rai menuju Gedung D...
Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan
TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali. Ledakan bom merenggut ratusan nyawa dan menggunca...
NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan usaha, hingga berbagai tr...
PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana, sebab keniscayaan yang akan pembaca dapati....
HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iya, hampir saja. Itu berarti b...
Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi dan tiang-tiang bangunan ikut...
KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses pemulihan roh kebudayaa...
IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah lama berhenti diajukan m...
PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu, Bre Redaktur Kompas Minggu.
Bagi saya, it...