Puisi-puisi Adaptasi Lontar Dharma Pamaculan Ni Made Ari Dwijayanthi

Ari Dwijayanthi
by Ari Dwijayanthi — September 22, 2024 in Puisi

Tatkala.co

Padi Tujuh Belas Hari

Bubur tabah
Putih tanpa rasa
Lima penjuru
Akar akar tumbuh
Kuat menggenggam tanah
Misal hidup lebih lama
Tujuh belas ke tiga puluh lima
Hitung-hitunglah
Air-air menyusup batang
Padi padi tujuh belas hari
Ingat ingat pada dirinya

(Adaptasi dari lontar Dharma Pamaculan 3b-4a)

Kukung

Kukung, Kukung, Kukung
Tepung tawar terbang
Daun daun hijau diruapkan
Benang benang diikatkan
Pada padi padi dewasa
Direstuinya cinta meraka
Padi perempuan padi laki
Dalam rumpun semai

(Adaptasi lontar Dharma Pamaculan 5a-)

Kayu Padi

Bila masuk bulan kelima
Kuning itu bunga-bunga: kayu mas
Kembali ke bulan ketiga
Kembang sepatu merah
Puja-puji bhatara
Sembilan arah, sembilan warna,
Dua belas musim berganti
Bermula tanah basah
Cangkul cangkul dihentakkan
Rata tanah, rata air, rata langit
Semai benih
Padi tanam
Purnama lewat menuju redup
Bulan mati
Tua padi
Tertawa abadi

(Adaptasi dari lontar Dharma Pamaculan 1b-3b)

  • Puisi-puisi ini ditulis dalam rangkaian acara Singaraja Literary Festival 2024 dengan tema Dharma Pamaculan -- Energi Ibu Bumi


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

https://tatkala.co/2024/06/15/puisi-puisi-mettarini-seperti-mimpimu-memeluk-langit/
https://tatkala.co/2023/03/05/puisi-puisi-rai-sri-artini-dokumentasi-minggu-pagi/embed/#?secret=4ZcOioMjNS#?secret=FjWNNpTPf1
https://tatkala.co/2023/02/25/puisi-puisi-wulan-dewi-saraswati-sepucuk-kertas-yang-ditulis-di-eiffel-sebelum-saling-merindukan/embed/#?secret=6MbDdHHYTv#?secret=Kr7xGq2zEd
https://tatkala.co/2024/05/18/puisi-puisi-alit-s-rini-mantra-disko-dari-pub-dekat-kuburan/
https://tatkala.co/2023/09/02/puisi-puisi-pranita-dewi-bedawang-nala/
https://tatkala.co/2023/07/08/puisi-puisi-santi-dewi-di-terik-akhir-juni/
Avatar

Ari Dwijayanthi

Related Posts
Cerpen

Gabriela

BY Putri Handayani Juli 03, 2016

Cerpen: Putri Handayani   “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...

Read More
Cerpen

Wanita Senja

BY Satia Guna Juni 25, 2016

Cerpen: Satia Guna                Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...

Read More