Sunyi yang Dilanggar Ponsel Kita
Di era digitalisasi sekarang, dengan teknologi yang amat maju, ponsel pintar dan internet, orang-orang bisa berkomunikasi tanpa hambatan melalui telepon atau fitur pesan. Atau den...
WISATA petualangan ( adventure tourism) kini mulai banyak digemari. Wisata jenis ini termasuk special interest tourism atau pariwisata minat khusus. Wisata petualangan muncul sebagai alternatif atas beragam objek dan daya tarik wisata yang mulai menimbulkan kejenuhan bagi wisatawan.
Wisata petualangan adalah jenis wisata yang penuh risiko. Keamanan dan keselamatan wisatawan dipertaruhkan dalam kegiatan berwisata. Wisatawan biasanya ingin mendapatkan sensasi dalam wisata petualangan. Perasaan excited menaklukan alam adalah merupakan kepuasan tersendiri bagi wisatawan.
Menurut the Adventure Travel Trade Association, wisata petualangan adalah kegiatan berwisata yang meliputi aktivitas fisik, pengalaman budaya, dan aktivitas di alam. Wisata petualangan terbagi menjadi dua kategori, yaitu yang berisiko tinggi (hard adventure) dan yang berisiko ringan (soft adventure).
Termasuk dalam kategori wisata petualangan yang berisiko tinggi adalah mendaki gunung, trekking ke daerah terpencil, serta susur gua (caving). Disebut berisiko tinggi, karena wisata jenis ini perlu persiapan dan keterampilan matang. Banyak kasus kecelakaan yang sampai merenggut korban jiwa dari wisata jenis ini.
Sedangkan wisata petualangan dalam kategori ringan meliputi hiking, bersepeda, mengunjungi taman safari, wisata budaya, wisata kuliner, ekpedisi penjelajahan, bermain kayak, rafting maupun river tubing dan masih banyak yang lain. Wisata petualangan kategori ini memiliki risiko kecil terjadinya kecelakaan, apalagi jika didampingi oleh pemandu wisata.
Banyak jenis wisata petualangan di Indonesia, baik yang natural maupun buatan. Kekayaan alam yang melimpah di Indonesia membuat wisata petualangan sangat prospektif untuk dikembangkan. Meski harga produk wisata petualangan termasuk mahal, namun memiliki pangsa pasar yang jelas; yaitu mereka yang berjiwa muda.
Manfaat
Meski tidak begitu populer dibanding dengan wisata konvensional seperti pantai dan taman rekreasi, wisata petualangan kini mulai banyak dilirik. Secara ekonomis sesungguhnya wisata petualangan lebih menjanjikan.
Investasi wisata petualangan tidak terlalu besar. Jika dikelola dengan baik, wisata petualangan memberi manfaat ekonomi yang menguntungkan. Walau secara kuantitatif wisatawan jenis ini tidak sebanyak wisata konvensional, namun pengeluaran (spending money) wisatawan lebih besar.
Bukan hanya secara ekonomis, wisata petualangan diharapkan juga mendatangkan manfaat konservasi. Hal ini tidak mudah diperoleh. Mengingat wisata petualangan menggunakan alam sebagai media berwisata. Potensi terjadinya kerusakan lingkungan sangat besar. Oleh sebab itu perlu dipikirkan konsep pengembangan wisata petualangan yang mendukung konservasi.
Sebagai langkah awal perlu upaya edukasi kepada pengelola wisata petualangan dan wisatawan agar mengedepankan keselamatan lingkungan dalam berwisata. Konsep konservasi harus dimaknai sebagai tidak merusak lingkungan dan tidak menimbulkan korban jiwa dalam berwisata.
Manfaat konservasi bisa didapat bila pengelolaan wisata petualangan melibatkan penduduk lokal. Selayaknya wisatawan memang dipandu oleh penduduk lokal. Sebab, mereka lebih memahami kondisi alam dan ekosistem yang ada. Penduduk lokal akan memandu wisatawan terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh wisatawan.
Manfaat sosial, ekonomi, dan konservasi dari wisata petualangan akan lebih dapat peroleh jika mengikutsertakan lembaga yang ada di sekitar destinasi, seperi Pokdarwis maupun BumDes. Pelibatan Pokdarwis dalam wisata petualangan dapat meminimalisasi dampak negatif ekosistem di destinasi.
Sedangkan BumDes diperlukan untuk mengatur investasi di satu daerah yang menjadi objek wisata petualangan. Dengan kata lain, wisata petualangan akan lebih aman dari sisi sosial, ekonomi, dan konservasi jika dikelola oleh desa wisata.
Peran Pemerintah
Selama ini objek wisata petualangan lebih banyak dikelola oleh swasta maupun perorangan. Peran pemerintah tidak begitu tampak. Dalam beberapa kasus, hal ini akan membuat wisata petualangan kurang dapat dimonitor perkembangan maupun dampaknya.
Kurangnya peran pemerintah disebabkan wisata petualangan tidak mendatangkan jumlah wisatawan yang melimpah. Padahal potensi ekonomi wisata petualangan sangat besar. Oleh sebab itu diperlukan pemetaan di daerah terkait potensi sumber daya alam untuk dapat dikembangkan sebagai objek wisata petualangan.
Promosi objek wisata petualangan juga belum optimal jika dibandingkan dengan objek wisata yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan. Mengingat pasar wisata ini ada di kalangan anak muda, maka diperlukan promosi kekinian melalui media sosial.
Tidak kalah penting adalah regulasi pemerintah terkait faktor risiko dari wisata petualangan. Setiap pengelola objek wisata petualangan hendaknya memiliki Standard Operational Procedure (SOP) yang memberi jaminan keamanan kepada wisatawan serta jaminan kelestarian lingkungan.
Wisata petualangan memang dapat memenuhi motif psikologis wisatawan berupa kesenangan dalam petualangan. Namun perlu diingat, wisata petualangan memanfaatkan alam dan lingkungan yang perlu dijaga keberlanjutannya.[T]
BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Di era digitalisasi sekarang, dengan teknologi yang amat maju, ponsel pintar dan internet, orang-orang bisa berkomunikasi tanpa hambatan melalui telepon atau fitur pesan. Atau den...
SETIAP enam bulan sekali, tepat pada Saniscara Umanis Watugunung, umat Hindu merayakan Hari Saraswati. Di sekolah-sekolah, dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, suasana m...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 3 April 2026 Bali memiliki sejarah panjang yang kelam akibat kontestasi partai. Dari pemilu pertama tahun 1955, banjir berdarah 1965, sampai era re...
SETELAH keberhasilan album ke-10 ‘Bali Metangi’ pada 2022, Lolot Band kembali menegaskan eksistensinya lewat rilisan terbaru mereka, ‘Tajir Melintir’. Album ke-11 ini akan di-laun...
“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi itu ia mengenakan kerudung cokelat dan baj...
SETIAP tanggal 2 April, dunia seakan berhenti sejenak untuk menyalakan warna biru: warna kesadaran autisme. Tetapi bagi banyak keluarga, termasuk keluarga kecil saya, warna itu ti...
BEBERAPA bulan setelah pemutusan hubungan kerja (PHK), nasib Sugiyatno tak menentu. Uang pesangon dari perusahaannya perlahan habis buat biaya hidup sehari-hari bersama istri dan...
TRANSFORMASI digital telah mengguncang hampir seluruh praktik hukum di Indonesia, termasuk jabatan notaris. Konsep cybernotary kini bukan sekadar wacana akademik, melainkan kebutu...
Lebih dari Sekadar Matematikawan Ketika nama Srinivasa Ramanujan disebut, dunia segera mengingatnya sebagai jenius matematika. Rumus-rumusnya melampaui zamannya, bahkan hingga...
LEBARAN sering disebut sebagai momen untuk menyambung kembali hubungan keluarga. Orang-orang datang bersilaturahmi, bersalaman, lalu duduk di ruang tamu sambil mengobrol. Topiknya...