Sebagai makhluk yang mengada tentunya kita sadar bahwa tubuh-diri kita mengada di dunia oleh sebuah proses semesta. Kita lahir dan ada di muka bumi karena ada karya kosmik atau alam raya yang berkerja. Proses ini disebut peristiwa penciptaan.
Sebagai makhluk yang berpikir tentu pernah berpikir bahwa ketika ‘pikiran’ kita pakai untuk memikirkan alam raya dan kesemestaan tubuh, hati dan perasaan; ‘pikiran’ kita sadar bahwa ‘pikiran’ hanyalah alat yang punya keterbatasan. Alam raya tiada terbatas, karya kosmik tidak terbatas, tubuh kita buah karya kosmik.
‘Pikiran’ sebatas perkakas bertahan hidup, sebatas bernalar, dan menghayal, serta memberikan kemungkinan untuk meresepsi kehadiran tubuh-diri kita ini di depan ketiada-terbatasan kosmik.
‘Apa-siapa’ di balik karya kosmik ini?
Jika ‘pikiran’ kita ajak memahami ‘apa-siapa’ di balik karya kosmik dan yang melampaui semua yang tampak di jagat raya ini, ‘pikiran’ bertekuk sujud.
Di sini ‘pikiran’ akan menyerahkan tugas ini pada apa yang bekerja di belakang pikiran; ada perasaan mendalam dalam keheningan pikiran kita. Pada keheningan pikiran kita akan terpaut dengan yang lebih mendalam.
Perasaan yang lebih mendalam ketika pikiran hening, membuat kita sadar ada kesunyian di balik nalar pikir, yang melampaui logika, yang berlimpah rasa; ini yang membuat kita memahami ada sesuatu mendalam terhubung antara diri-tubuh kita dengan yang berkerja di balik karya kosmik. Ada pertautan sunyi.
Menjaga pertautan sunyi tubuh kita dengan kosmik ini, dalam berbagai literatur atau perbendaharaan kitab keagamaan, sering disebut sebagai “doa”, “tafakur”, “hening”, “meneng”, “berpasrah”, dan seterusnya.
Jika di dalam usaha dan niatan atau rindu bertaut dengan kosmik ini tanpa permintaan, tanpa kata, hanya dipenuhi rindu bertaut, usahanya disebut sebagai “yoga”. Dalam arti yang mendalam “yoga” adalah semua usaha sadar menjalin pertautan diri kita dengan karya kosmik yang menjadikan alam raya ini ada, alam raya ini berkarya; “yoga” adalah usaha bertaut dengan kesunyian yang berkerja di balik layak karya kosmik.
Pikiran kita merasakan dipenuhi berkah mengalir tak henti jika pertautan sunyi pikiran dengan kosmik terus terjaga secara sadar. Tanpa pertautan sunyi dengan yang bekerja di balik karya kosmik ini, hati dan pikiran akan mengering, menjadi kesepian dan penuh geliat, bahkan sesal.
Yang maha-agung adalah sunyi yang bekerja di belakang layar karya kosmik. Yang maha-cinta adalah berjumpanya rindu diri dengan yang maha-sunyi. [T]
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra secara resmi mengambil sumpah/janji serta menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 di lingkung...
DALAM suasana yang akrab, pandangan orang-orang masih tertuju ke depan, tepatnya pada dua remaja yang berupaya menjaga suasana hati audiens agar tetap antusias. Tiba-tiba terdenga...
JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), ratusan pasang mata fokus membaca, memahami,...
ANAK-anak ini tampak tenang dan santai. Mereka duduk manis di atas karpet di teras Museum Taman Budaya, Art Center Provinsi Bali. Meja lipat tegak di depannya, dilengkapi berbagai...
Om Swastyastu,
Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pribadi, kami I Nyoman Sutjidra, Bupati Buleleng, bersama Gede Supriatna, Wakil Bupati Buleleng, menghaturkan Selamat...
PEMENTASAN Peed Aya serangkaian dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) selalu ada yang baru, dan pastinya menarik. Arak-arakan barisan yang berjalan teratur mempersembahkan ka...
MENERJEMAHKAN tema Pesta Kesenian Bali (PKB) ke dalam seni pertunjukan kerap menjadi tantangan bagi para seniman. Pertama, tema-tema PKB dirumuskan dalam bahasa Jawa Kuna agar mem...
SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”, yang kerap mengudara di penghujung hari, ada tubu...
MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa betah tinggal di Ind...
TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar.
"Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan nganggur, awas nanti disita negara...