Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
BULELENG | TATKALA.CO —Kota Singaraja bakal merayakan hari jadinya yang ke-420 tahun. Tentu ini bukan waktu yang singkat untuk sebuah wilayah. Empat abad lamanya Singaraja berusaha menjadi kota yang bermartabat, seiring dinamika zaman yang terus bergerak dan berubah. Setiap tahun, Pemerintah Buleleng akan merayakan hari jadi tersebut dengan berbagai kegiatan yang meriah—termasuk tahun ini.
Semarak HUT Kota Singaraja pada tahun ini akan dimeriahkan dengan pertunjukan hiburan musik modern, dari artis lokal sampai nasional, beragam UMKM, festival kuliner, dilengkapi dengan pesta kembang api yang tentunya akan menyedot animo masyarakat Buleleng untuk berkunjung.
Pelaksanaan perayaan tersebut akan dimulai dari tanggal 26 hingga 30 Maret 2024 mendatang. Dalam kegiatan ini, Pemerintah Buleleng menargetkan kunjungan hingga 3000 orang perharinya. Banyaknya kunjungan itu diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi pelaku UMKM di Buleleng yang terlibat.
Hal di atas disampaikan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Buleleng dalam kegiatan press conference yang mengundang awak media di Kabupaten Buleleng dan bertempat di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati, Rabu (20/3/2024) siang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Buleleng, I Gede Sandhiyasa, dan didampingi oleh Kepala Diskominfosanti Buleleng Ketut Suwarmawan serta Kepala Bagian Umum Setda Buleleng Made Pasda Gunawan.
Dalam paparan kepada awak media, Sandhiyasa menjelaskan pelaksanaan perayaan HUT ke-420 Kota Singaraja yang mengambil tema "Bulatkan Tekad Wujudkan Rasa Bangga" merupakan perwujudan rasa bangga dapat menampilkan semua karya kreatifitas asli Buleleng dalam satu wadah yang bisa dinikmati seluruh masyarakat Buleleng.
"Kita berbangga dengan melaksanakan kegiatan yang notabene bisa mewadahi semua potensi yang dimiliki Buleleng ini. Dan semua pembiayaan murni kami upayakan dari luar APBD," terangnya.
Dengan mengusung konsep perpaduan antara musik, kuliner, dan seni khas daerah, Pemerintah Buleleng berhadap bisa meningkatkan kualitas dan ekonomi pihak yang terlibat. Dalam rangkaian kegiatan, semua elemen akan diikutsertakan, seperti komunitas dan talent-talent yang berpotensi berkembang dan mewakili Buleleng di kancah nasional maupun internasional.
"Jadi, di Buleleng ini harus memiliki event yang memang dirasakan masyarakat umum, tidak ada eksklusifitas. Di sana kebanggaan kita, saat local genius kita bisa diwadahi dalam satu tempat," ujar Sandhiyasa.
Tahun ini, selain mendatangkan musisi lokal seperti Lolot, Motifora, Bagus Wirata, dan DJ Mahesa, Pemerintah Buleleng juga akan mendatangkan musisi ibu kota, Ada Band, yang akan memeriahkan HUT Kota Singaraja yang akan lebih banyak digelar di Lapangan Bhuanapatra, Singaraja.
Selain menampilkan kesenian modern, kesenian tradisional asli Buleleng juga akan ditampilkan. Beberapa tarian tradisional seperti Tari Palekwaya, Nelayan, Pancasila, Tani, Trunajaya, Wiranjaya, bersama beberapa tabuh seperti Brata Yudha, Dwi Kora, sampai tabuh kreasi seperti Tangis Cemara, Ngelaku Manu, juga akan dipentaskan.[T]
Editor: Jaswanto
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...