Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PADA Rabu, atau pada Buda Kliwon Dungulan, 28 Februari 2024, umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan, dilanjutkan dengan Hari raya Kuningan pada 9 Maret 2024.
Untuk itu, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna, S.H., bersama Wakil Ketua DPRD I Ketut Susila Umbara, S.H., Gede Suradnya, S.H., dan Dra.M.Putri Nareni menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Galungan Rabu 28 Februari 2024 dan Hari Raya Kuningan Sabtu 9 Maret 2024.
“Bapak, ibu, semeton, keluarga, dan masyatrakat Buleleng, baru saja kita melaksanakan Pemilu. Astungkara, Pemilu berjalan aman, tertib dan lancar. Semoga pemimpin dan wakil yang dipilih sesuai harapan pada Pemilu itu sesuai dengan harapan,” kata Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Senin, 26 Februari 2024. dalam kata-kata pengantarnya untuk menyambut Hari raya Galungan dan Kuningan.
Yang terpenting, kata Supriatna, kita bersama-sama selalu berjalan pada prinsip kebenaran.
“Untuk menyambut Hari Galungan dan Kuningan, ngiring kembali ngemargian swadharma soang-soang, swadharmaning agama dan swadharmaning negara,” kata Supriatna.
Supriatna mendoakan semoga semua warga setata ngemolihan kerahayuan, selalu mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan lahir dan batin.
“Satyam eva jayate,” kata Supriatna.
Hari Galungan sendiri dirayakan sebagai wujud kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Pada perayaan Galungan, Umat Hindu nengikuti persembahyangan untuk menghaturkan rasa syukur kepada Sanghyang Widhi Wasa atas terciptanya dunia serta segala isinya.
Sedangkan Hari Raya Kuningan jatuh 10 hari setelah perayaan Galungan. Pada Hari Raya Kuningan umat Hindu akan melakukan pemujaan kepada para dewa, pitara untuk memohon keselamatan kedirgayusaan, perlindungan dan tuntunan lahir batin. [T][Adv]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...