Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
SUARA tepuk tangan riuh menggema memenuhi ruangan tatkala pembawa acara menyambut narasumber yang akan membawakan materi pada Minggu, 28 Januari 2024. Bertempat di Gedung Sentra Tenun Jembrana, mereka yang berkumpul di sana adalah anak-anak muda dari berbagai daerah di Kabupaten Jembrana.
Pakaian yang mereka kenakan terlihat cukup casual dan cukup rapi, tidak begitu formal, tidak pula begitu kaku. Semua terlihat nyaman dengan apa yang mereka kenakan masing-masing. Hari itu, mereka datang dengan sangat antusias untuk mengikuti workshop atau lokakarya bertajuk “Empowering Voices: Mastering the Art of Public Speaking” yang diadakan oleh Semeton Jegeg Bagus Jembrana.
Tujuan dari penyelenggaraan workshop eksternal tersebut adalah untuk membantu membagikan edukasi, pengalaman, dan pembelajaran kepada generasi muda Jembrana dengan menghadirkan pembicara/instruktur yang berkompeten dan berpengalaman, yang sesuai dengan topik yang diangkat.

Suasana sebelum acara workshop Semeton Jegeg Bagus Jembrana dimulai | Foto: Dok: Jegeg Bagus Jembrana
Di samping itu, tentu saja workshop tersebut dilangsungkan demi peningkatan sumber daya manusia atau generasi muda yang semakin berkualitas. Itulah mengapa kegiatan tersebut menyasar para teruna-teruni, muda-mudi, dan para pelajar SMA atau sederajat di Kabupaten Jembrana.
Putu Bernika Saraswati, selaku ketua panitia Workshop Eksternal Jegeg Bagus Jembrana 2024, mengatakan kegiatan tersebut diadakan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan baru dalam bidang public speaking.
Harapannya, setiap peserta dapat mengambil manfaat yang besar dari kegiatan tersebut dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam karier mereka di masa mendatang. Ia bersama 25 orang panitia lainnya merampungkan seluruh persiapan kegiatan tersebut selama kurang lebih sebulan.

Para peserta menunggu acara dimulai / Foto: Dok: Jegeg Bagus Jembrana
“Kami tidak dapat menutupi rasa terharu kami atas antusiasme yang luar biasa dari para peserta. Tidak terduga bahwa kegiatan pertama Jegeg Bagus Jembrana dapat mencapai target dan mendapat sambutan yang begitu luar biasa,” ujar Bernika dalam laporan yang ia sampaikan.
Bernika juga menyampaikan bahwa jumlah peserta yang hadir dalam acara ini mencapai 82 orang. “Angka ini melebihi ekspektasi kami dan menjadi bukti akan relevansi serta pentingnya topik yang kami angkat dalam workshop ini,” katanya.
Tidak lupa ia juga berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan dengan penuh dedikasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Panitia workshop Semeton Jegeg Bagus Jembrana / Foto: Dok: Jegeg Bagus Jembrana
Ia menyampaikan terima kasih kepada dinas dan pihak-pihak terkait yang telah memberikan dukungan serta bantuan dalam penyelenggaraan workshop eksternal pada hari itu, termasuk kepada narasumber yang sudah berkenan untuk berbagi pemahaman dan pengalamannya kepada para peserta.
“Sebelum saya akhiri, ada sebuah pesan untuk teman-teman. Don't be afraid to make mistakes. They're just steppingstones on your journey to success. Enjoy the event and good luck!” ucapnya disambut tepuk tangan yang meriah oleh para peserta dan panitia.

Ketua panitia acara menyampaikan laporannya / Foto: Dok: Jegeg Bagus Jembrana
Ketua Umum Semeton Jegeg Bagus Jembrana, Made Mardika Dwi Parnadi, juga mengatakan hal yang senada. Ia berharap para peserta yang mengikuti workshop ini tidak hanya menyimpan pemahaman dan pandangannya untuk diri sendiri, namun juga dapat membagikannya ke teman-teman di sekitarnya atau di lingkungannya.
“Semoga dengan lancarnya kegiatan hari ini bisa membantu teman-teman menambahkan skill-nya dalam bidang public speaking terutama dalam penyampaian ide-idenya kepada khalayak publik. Semoga bermanfaat bagi masyarakat umum,” ujarnya sembari mencakupkan tangan di depan dada, mengekspresikan rasa terima kasih atas apresiasi dan dukungan yang sudah didapat sampai saat ini.
Dalam kegiatan tersebut, Semeton Jegeg Bagus Jembrana mengandeng I Gusti Ngurah Arya Bayu Permadi sebagai pembicara. Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha tersebut memiliki pengalaman malang melintang di dunia public speaking.

Sambutan hangat dari Ketua Umum Jegeg Bagus Jembrana / Foto: Dok: Jegeg Bagus Jembrana
Pada tahun 2013,Arya Bayu menjadi invited speaker pada WCS Youth Culture Sharing di New South Wales, Australia dan menjadi delegasi Indonesia dalam International RCRC Day, Events, and Forum di Florence – Rome, Italia.
Tahun 2014, ia terpilih kembali menjadi delegasi Indonesia dalam Asia Pasific Model United Nations di Brisbane, Australia. Sejak tahun 2015 sampai saat ini, ia sudah berkali-kali menjadi pembicara nasional di berbagai kegiatan di Indonesia, terutama dalam bidang leadership, public speaking, dan juga English learning.
Para peserta terlihat sangat menikmati materi yang dibawakan oleh Bayu, seperti cara-cara menjadi seorang public speaker, kiat-kiat olah vocal, dan juga kiat-kita menghadapi gugup atau nervous. Tak hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh pemateri, tapi para peserta juga dapat diskusi bersama, menanyakan hal-hal seputar public speaking yang ingin diketahui.

Pembicara sedang berbagi pemahaman dan pengalamannya kepada para peserta / Foto: Dok: Jegeg Bagus Jembrana
Tak hanya itu, ada pula sesi praktik langsung dan sesi ice breaking yang membuat kegiatan semakin terasa seru dan tidak membosankan. Para peserta tentu saja memiliki kesan dan pesan tersendiri terkait acara yang sudah mereka ikuti. Beberapa di antara mereka mengatakan sebaiknya Semeton Jegeg Bagus Jembrana lebih sering menyelenggarakan kegiatan workshop atau lokakarya, atau kegiatan-kegiatan serupa.

Pemberian apresiasi kepada pembicara pada sesi workshop / Foto: Dok: Jegeg Bagus Jembrana
“Benar-benar happy banget. Di sini saya bisa mendapat banyak banget ilmu dari kakak-kakanya, terutama Kak Bayu tadi, dan juga pesan saya, yaitu lebih sering mengadakan kegiatan kaya gini karena anak muda sangat berpengaruh untuk kehidupan di Jembrana untuk ke depannya, karena bagi saya anak-anak yang ada di Kabupaten Jembrana mampu dan dapat bersaing di tingkat provinsi dan nasional,” kata I Gusti Agung Putu Relvin Putra Prabaswara.
“Saya menjadi lebih bisa atau mengetahui teknik-teknik dalam berbicara di depan umum, seperti konspenya yaitu mastering the art of public speaking, dan pesan yang dapat saya sampaikan itu adalah sangat bagus untuk kakak-kakak (Semeton Jegeg Bagus Jembrana) mengadakan kegiatan seperti ini lagi. Terima kasih,” ujar Anak Agung Ayu Flanesya Cahya Putri.

Seluruh peserta, panitia, dan narasumber workshop Semeton Jegeg Bagus Jembrana berfoto bersama / Foto: Dok: Jegeg Bagus Jembrana
Acara pun akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama. Para peserta pulang ke rumah masing-masing tidak hanya membawa bekal ilmu yang didapat dari kegiatan yang baru saja mereka ikut bersama, tapi juga membawa kenangan tersendiri bahwa mereka pernah belajar sesuatu yang dikemas dengan cara-cara yang sangat menyenangkan, seperti apa yang diselenggarakan oleh Semeton Jegeg Bagus Jembrana tersebut.
Selain sukses memberikan pemahaman baru kepada para peserta, kegiatan tersebut suskes mengambil hati anak muda di Kabupaten Jembrana untuk berpatisipasi lagi dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya.[T]
Reporter: Julio Saputra
Penulis: Julio Saputra
Editor: Jaswanto
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...