Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
“Gampang Cuan”, sebuah film drama komedi karya penulis dan sutradara Rahabi Mandra segera tayang di bioskop. Pada 8 November lalu, di XXI Epicentrum, Jakarta, film produksi Temata Studios, Adhya Pictures, dan Legacy Pictures ini digelar Gala Premiere yang dihadiri oleh jajaran Sutradara, Produser, serta Cast.
Ada banyak alasan untuk menonton film ini. Setidaknya, menurut Sutradara Rahabi Mandra, berdasar rilis yang diterima tatkala.co, terdapat tiga alasan untuk menonton film ini.
Pertama, ide ceritanya dekat dengan semua orang, yaitu jungkir balik cari cuan secepatnya untuk kedaruratan keluarga.
Kedua, film ini menghibur, seru, dan di saat yang sama memberikan insight keuangan yang mencerahkan.
Ketiga, formula ensemble cast yang unik dan out of the box—Anya Geraldine yang menunjukkan kemampuan olah perannya di luar persona yang biasa dimainkan; Vino G. Bastian, aktor jenius yang kali ini menampilkan kualitas komedi yang luar biasa; dan Meriam Bellina yang biasa dikenal antagonis, kali ini akan membuat penonton terkejut dengan sisi dramatisnya.”
Vino G. Bastian yang berperan sebagai Sultan dalam film ini mengatakan, menjadi Sultan merupakan satu tantangan. “Karena kebetulan saya bukan anak pertama di keluarga. Sementara di sini saya harus memikul ekspektasi sebagai panutan keluarga, harus menghidupi diri sendiri, dan harus menjadi dewasa menghadapi dua adik dengan karakter yang berbeda. Konflik ini menjadi satu hal yang menarik untuk saya gali,” katanya.
Proses syuting film ini mulai Juni hingga Agustus 2023. Namun proses riset dan penyusunan cerita sudah dilakukan sejak dua tahun, yakni sejak tahun 2021. Sutradara sendiri terinspirasi dari fenomena para Crazy Rich, yang kerap memotivasi masyarakat untuk bisa sukses dan naik kelas, namun seringkali masyarakat tidak paham prosesnya, dan cenderung mau yang instan saja.
Film ini mengisahkan sosok Sultan (Vino G. Bastian), anak sulung di keluarga yang bertahun-tahun merantau ke Jakarta dari Sukabumi dengan pekerjaan yang serabutan. Bahkan harus meminjam rentenir untuk mengirimkan uang ke kampung. Suatu hari, Sultan dikagetkan dengan kedatangan adik perempuannya, Bilqis (Anya Geraldine) yang menjumpai bahwa realita kehidupan kakaknya tidak sebagus yang diceritakan.
Selain itu, Bilqis juga membawa surat hutang mendiang ayahnya sebesar Rp300 juta yang harus segera dilunasi. Di sisi lain, Sultan dituntut untuk membiayai kuliah si adik bungsu, Aji (Alzi Markers). Sultan dan Bilqis kemudian jungkir balik mencari cuan untuk membayar hutang tanpa sepengetahuan sang Ibu, Mamah Diah (Meriam Bellina).
Meski mengambil sudut pandang perantau yang secara demografis asalnya tidak jauh dari ibu kota, film ini menyoroti betapa besarnya ekspektasi masyarakat daerah terhadap kemudahan hidup di Jakarta, padahal nyatanya banyak rintangannya.
Dibalut dengan nuansa komedi dan diiringi oleh soundtrack “Jiwa Yang Bersedih” dari Ghea Indrawari, saksikan perjuangan keluarga Cisaat mencari makna keluarga di film “Gampang Cuan” tanggal 16 November 2023 di seluruh bioskop di Indonesia. [T][Rls]
***
Jajaran Cast Gampang Cuan:
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...