Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
APA itu golden hours atau magic hours? Istilah itu biasanya dikenal dalam dunia fotografi, yakni waktu dan keadaan pada alam terbuka yang indah ini, di mana waktu dan keadaan itu memberi hasil baik pada pencahayaan di bidang fotografi.
Umumnya, golden hours terjadi saat matahari terbit sekitar pukul 05.00 hingga pukul 07.00 serta sebelum dan beberapa saat setelah matahari tenggelam sekitar pukul 16.00 hingga pukul 18.00.
Kenapa pada rentang waktu itu disebut golden hours? Karena sinar matahari pada saat itu menerpa subjek foto dari sudut miring sehingga memberi dimensi dan tekstur yang kaya.
Fotografer yang menekuni fotografi landscape tentu saja sangat mengenal istilah golden hours atau magic hours.
Bagi fotografer pemuja keindahan bentang alam, golden hours diklaim merupakan waktu pencahayaan terbaik untuk mendapatkan foto-foto yang memukau.

Misty Morning karya Agus Sunantara
Keistimewaan lain dari golden hours adalah terciptanya warna yang terkesan hangat. Makanya, tidak berlebihan jika fotografer landscape rela bangun subuh dan menunggu berjam-jam agar momen golden hours tidak sampai terlewatkan.
Namun harus diingat, memotret saat golden hours juga memerlukan teknik khusus yang bisa dikuasai dengan rajin berlatih.
Terkadang, saat golden hours, objek yang akan kita potret terlihat dengan jelas dan indah dengan mata telanjang. Namun, hal itu bisa sangat berbeda jika dilihat melalui kamera. Objek cenderung terlihat lebih gelap, sehingga kita tidak bisa mengandalkan setting kamera dengan mode otomatis.
“Setting” Kamera
Saat golden hours, matahari seakan bergerak lebih cepat sehingga perlu teknik khusus agar tidak kehilangan momen indah tersebut.

Simpang Susun Taman Anggrek karya John Hantoro Pudjoko
Setting kamera pada mode aperture priority agar tidak menghasilkan gambar yang terlalu terang (overexposure) atau terlalu gelap (underexposure).
Sebaiknya atur aperture sekitar f/16. Aturlah fokus lensa secara manual untuk mendapatkan titik fokus sesuai yang diharapkan.
Yang juga perlu diperhatikan, saat golden hours biasanya level pencahayaan juga relatif lebih rendah, sehingga gambar bisa akan terlihat lebih gelap ketimbang dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Untuk mengatasi hal itu, gunakan ISO yang lebih cepat yang disesuaikan dengan suasana yang diinginkan.

Sunrise in Karang Beach karya I Wayan Sumatika

Golden Sunrise karya Tjandra Utama Kurniawan
Sejatinya, melakukan pemotretan saat golden hours bukan monopoli para landscaper semata, tapi bisa diterapkan untuk semua genre fotografi.
Sebagai contoh, mereka yang menekuni fotografi portrait juga seringkali memanfaatkan momen golden hours ini untuk mendapatkan background yang menarik dan terkesan hangat. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...