Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
TIDUR yang nyaman bukan hanya karena kasur yang berkualitas tetapi juga jenis bahan sprei yang digunakan. Layaknya pakaian, bahan sprei ada yang terasa panas di kulit atau adem. Tentu saja memilih sprei dengan bahan yang dingin jadi prioritas.
Selama Anda menggunakan sprei yang bahannya nyaman tidur akan menjadi lebih berkualitas. Saat bangun Anda bisa kembali bugar untuk menjalani hari lebih baik. Lalu apa saja jenis bahan yang bisa dijadikan acuan?
Tips untuk memilih bahan sprei terbaik paling mudah adalah dengan menempelkannya pada kulit. Kain yang nyaman akan terasa lembut, memiliki tekstur yang lemas dan tidak terasa panas. Sayangnya jika membeli online Anda akan sulit menempelkan kain ke kulit.
Anda yang membeli sprei secara online bisa mencermati jenis bahan yang digunakan. Selama ini ada beberapa bahan yang bisa jadi pilihan utama karena terasa dingin dan nyaman di kulit. Berikut pilihannya:
Tidak hanya kaos, katun juga kerap dimanfaatkan untuk pembuatan sprei. khusus sprei ada beberapa jenis katun yang direkomendasikan seperti katun Jepang yang kandungan katunnya hampir 95%. Ada juga katun catra yang jumlah katunnya 80%.
Apabila Anda ingin sprei dengan harga lebih miring bisa juga memilih katun panca yang memiliki campuran 75% katun dan 25% polyester. Ketiga jenis katun ini sama-sama terasa adem di kulit.
Bahan ini sebenarnya mirip dengan polyester, hanya saja microtex memiliki tekstur yang jauh lebih lembut. Hal ini disebabkan ukuran serat yang jauh lebih kecil. Tidak hanya sprei, microtex juga kerap digunakan dalam pembuatan selimut. Efek lain yang diberikan kain ini adalah rasa hangat sehingga sprei nyaman digunakan saat musim hujan. Tidur Anda akan lebih nyenyak di atas kasur yang hangat.
Terkenal mahal, sutera ternyata juga tersedia dalam bentuk sprei. Jika Anda memiliki dana lebih untuk membeli sprei maka bahan ini bisa jadi pilihan utama. Hanya saja untuk sprei biasanya yang digunakan bukan 100% sutera karena telah dicampur dengan katun.
tujuannya adalah supaya kain menjadi lebih tahan lama dan perawatan jauh lebih murah. Soal kualitas tentu terjamin karena bahan ini terkenal nyaman.
Sprei dari bahan tencel ramah lingkungan karena dibuat dari bahan bubuk kayu selulosa atau rumbut bambu organik. Tekstur yang dihasilkan sangat lembut bahkan mampu bersaing dengan sutera atau katun 100%.
Satu-satunya kekurangan dari bahan ini hanyalah membutuhkan perawatan yang teliti. Anda hanya bisa mencucinya dengan sistem dry clean sehingga tidak merusak serat kayu. Selain itu juga tidak boleh direndam karena warnanya akan mudah luntur.
Luangkan waktu Anda secara khusus untuk memilih jenis bahan sprei yang mana sebaiknya dipilih. Selain jenis bahan Anda juga perlu memperhatikan motif hingga tekstur kain yang sesuai dengan desain ruangan.
Jika ingin kasur tampak minimalis dan elegan sprei emboss bisa menjadi pilihannya. Anda bisa memilih sprei tipe ini langsung di Blibli dengan beragam warna yang sudah tersedia. Ada banyak merk sprei tipe emboss yang tersedia seperti TRUU, Madonna, Fata, Cleopatra dan masih banyak lagi.
Saat Anda membeli di Blibli jangan lupa untuk memperhatikan deskripsi produk. Di sana sudah tersedia informasi ukuran sprei yang bisa Anda beli. Tinggal sesuaikan saja dengan ukuran kasur di rumah Anda. Yuk cek produk sprei terbaik di Blibli. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...