Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
KETIKA kita mendengar kata ‘literasi’ yang terlintas pada pikiran pertama kali tentu adalah ‘membaca’. Namun, literasi bukanlah kegiatan yang hanya sekedar membaca. Literasi adalah kemampuan dalam memahami bacaan, menulis, berbicara, bahkan berhitung.
. Dalam meningkatkan literasi dalam diri, banyak hal yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca buku setidaknya 15 menit per-hari, mendongeng, mendengarkan pidato, menonton film, mendengarkan musik, serta berpuisi.
Puisi sebagai salah satu warisan kasustraan Indonesia yang terus berkembang hingga masa kini. Puisi biasanya dianggap sebagai media pelepas emosi dalam diri, sehingga orang akan merasa lebih tenang ketika meluapkan emosinya melalui tulisan-tulisan yang tersusun dalam puisi. Di masa kini, puisi banyak digemari oleh kalangan remaja, sehingga muncul banyaknya ajang perlombaan membaca puisi dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2023 ini, Singaraja Literary Festival hadir sebagai festival literasi pertama di Bali Utara, dengan mengadakan berbagai kegiatan literasi yang diikuti oleh masyarakat umum di Bali, khususnya Singaraja. Di antara banyaknya kegiatan yang diadakan, lomba membaca puisi menjadi salah satunya. Kali ini, Singaraja Literary Festival (SLF) mengadakan lomba puisi tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan tingkat Sekolah Menengah Akhir (SMA).
Diadakan pada tanggal 30 September 2023, lomba puisi tingkat SMP tersebut berhasil mengundang puluhan pelajar yang berani menampilkan bakatnya dalam membaca puisi ke hadapan publik. Sekian banyaknya instansi
Sekolah Menengah Pertama di Singaraja berlomba menampilkan siswanya menjadi yang terbaik. “Selama satu minggu saya berlatih mengolah intonasi berpuisi dengan baik. Di tengah gempuran pelajaran di sekolah, saya tetap berusaha latihan agar mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Desak Ketut Ari Septiana, siswi SMPN 4 Singaraja selaku peserta dalam lomba baca puisi tersebut dalam wawancara secara daring yang dilakukan oleh Audina, anggota jurnalistik Mekar SMANSA Singaraja.
Terlihat pula tidak sedikit peserta membawakan puisi yang menggambarkan Singaraja dalam susunan kalimat elok di dalamnya. Sudah dapat terlihat bahwa dari lomba baca puisi ini, peserta dapat merasakan pengalaman baru selain mempelajari tehnik membaca puisi, yaitu pengetahuannya mengenai kota tempat tinggalnya kini. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...