Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
INDONESIA memiliki kekayaan alam yang luar biasa untuk pangan hingga obat-obatan. Salah satunya adalah daun Kelor (Moringa oleifera) yang banyak dijumpai di Indonesia salah satunya di Bali. Daun kelor memiliki kandungan gizi dan antioksidan tinggi seperti vitamin C, polyphenol, flavonoid, dan karoten. Beta sitosterol menurunkan kolesterol dan mengurangi penyerapan kolesterol dari sumber endogen/di dalam.
Daun Kelor juga mengandung nutrisi 28,44% protein, lemak 2,74%, karbohidrat 57,01%, serat 12,63%, dan kalsium 1600-2200 mg dari daun basah 350-550 mg. Berbagai penelitian bervariasi dalam dosis terendah yaitu 0.2 hingga 7.44 mg/kgBB dalam membantu menurunkan kolesterol seefektif atorvastatin. Dosis 20.8-41.6 mg/kgBB memiliki efektivitas mirip dengan simvastatin (Angelyn Tjong dkk, 2021).
Nutrisi pada anak-anak daun kelor dapat meningkatkan zat besi dalam mencegah anemia, mengurangi stress dan menambahkan berat badan pada ibu hamil. Hal ini karena daun kelor mengandung zat besi 25 kali lebih banyak dibandingkan bayam, lebih banyak vitamin A daripada wortel, dan lebih banyak kalsium dibandingkan susu dengan berat yang setara.
Daun kelor juga bermanfaat dalam memperlancar ASI maupun sebagai MPASI pada balita pada masa pertumbuhannya. 100 gram porsi daun segar memenuhi kebutuhan kalsium dan zat besi pada anak usia 1-3 tahun (Fauziah dan Khairun Nisa, 2022).
Pada kasus luka, daun kelor dapat meningkatkan kadar albumin dalam darah sehingga dapat mempercepat penyembuhan. Dengan berbagai manfaat daun kelor untuk nutrisi hingga kesehatan maupun penyembuhan luka, maka pengobatan medis dan kombinasi dengan nutrisi dari daun kelor menjadi sesuatu yang layak untuk kita terapkan. Semoga anugerah alam luar biasa di Indonesia seperti daun Kelor dapat kita manfaatkan bahkan kita eksport untuk nutrisi dan kesehatan. Salam. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...