Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
kau mengigau jauh di hulu
aku kilau yang memanggil-manggil selalu
sebelum hujan meninggalkan cium paling biru
ada pagi yang tak pernah sampai
mengaji keriuhan batu, ketika rindu berguru
jauh ke mabuk tunggu, lalu sepasang nama
tiba-tiba terpahat, mengekalkan cemburu
bisukan matahari dalam pelukmu,
meski puisi-puisi dirampas percuma
menjelma berita kematian di hari minggu
beri aku sekilas jawab, atau cahaya
yang mengambil seluruh cinta
meski kata-kata telah diucapkan percuma
dan tak seorang pun menangkap keajaibannya
ruangkopi, minggu, 2023
senin menjemputmu, mengajak kembara
ke pelataran musim, anak-anak mengaji cahaya
kau tiba dengan kamus-kamus terbenam jauh di kepala
bicaralah, meski hari-hari digempur keriuhan
meski anak-anak meninggalkan separuh diri mereka
di kolong tempat tidur, menolak penghujan aksara
dan angka-angka berderet sepenuh suka
kau masih akan terus tiba, duduk di pelataran musim
bersama anak-anak mengaji cahaya,
membawa mereka dalam kalimat berbunga
“seorang penyair datang dengan sekeranjang cinta
dan rayuan mawar, terima saja ia
sebagai bagian dari hidup manasuka,
biarkan ia menjelma doa-doa bahagia
di akhir pekan yang menolak tamasya”
ruangkopi, minggu, 2023
hatimu adalah gemuruh
ketika bintang-bintang padam
dan menunjuk cinta yang jatuh
malam pun retak
ketika doa mengucap
bersama harum kehancuran
pada puisi. bintang-bintang
berkubur tanya tanpa spasi
tanpa percakapan malaikat
yang penuh basa-basi
ruangkopi, minggu, 2023
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...