Papuk, Cucu dan Puisi
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
kau mengigau jauh di hulu
aku kilau yang memanggil-manggil selalu
sebelum hujan meninggalkan cium paling biru
ada pagi yang tak pernah sampai
mengaji keriuhan batu, ketika rindu berguru
jauh ke mabuk tunggu, lalu sepasang nama
tiba-tiba terpahat, mengekalkan cemburu
bisukan matahari dalam pelukmu,
meski puisi-puisi dirampas percuma
menjelma berita kematian di hari minggu
beri aku sekilas jawab, atau cahaya
yang mengambil seluruh cinta
meski kata-kata telah diucapkan percuma
dan tak seorang pun menangkap keajaibannya
ruangkopi, minggu, 2023
senin menjemputmu, mengajak kembara
ke pelataran musim, anak-anak mengaji cahaya
kau tiba dengan kamus-kamus terbenam jauh di kepala
bicaralah, meski hari-hari digempur keriuhan
meski anak-anak meninggalkan separuh diri mereka
di kolong tempat tidur, menolak penghujan aksara
dan angka-angka berderet sepenuh suka
kau masih akan terus tiba, duduk di pelataran musim
bersama anak-anak mengaji cahaya,
membawa mereka dalam kalimat berbunga
“seorang penyair datang dengan sekeranjang cinta
dan rayuan mawar, terima saja ia
sebagai bagian dari hidup manasuka,
biarkan ia menjelma doa-doa bahagia
di akhir pekan yang menolak tamasya”
ruangkopi, minggu, 2023
hatimu adalah gemuruh
ketika bintang-bintang padam
dan menunjuk cinta yang jatuh
malam pun retak
ketika doa mengucap
bersama harum kehancuran
pada puisi. bintang-bintang
berkubur tanya tanpa spasi
tanpa percakapan malaikat
yang penuh basa-basi
ruangkopi, minggu, 2023
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
BERCERITA Aku menemukan ibuku di masa lalu Yang memaksaku menjadi ayah masa lalu Aku teringat cerita ibuku masa SMA saat aku masih di dalam rahim Ibu berkata...
PADA akhir hidup seorang manusia, dunia tidak mengenal orang yang setengah-setengah. Hitam ya hitam, putih ya putih. Pahlawan atau Penjahat. Tidak ada yang mengenal si abu-abu. Bai...
PINTU besi itu terlihat mencolok. Pintu besi berkarat itu benar-benar menonjol. Saat memasuki galeri pameran Bentara Budaya Bali, pintu besi itu langsung menarik perhatian. Sepinta...
SALAH satu gitaris terbaik Indonesia bahkan dunia, Wayan Balawan, akan hadir dan konser di Kupang Agustus nanti. Wayan Balawan, master tapping asal Bali, akan didampingi drummer da...
HAJATAN besar sejarah pemilu di Indonesia telah dimulai Rabu, 9 Desember 2015. Ada sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota se-Nusantara waktu itu yang melaksanakan pilkada serenta...
BERANGGAPAN bahwa kampus adalah sebuah lembaga independen yang tidak boleh memihak kekuatan politik memang adalah sebuah kebenaran. Namun, bukan berarti tidak ambil bagian dalam pr...
(Tulisan ini dibuat dalam rangka menyongsong Serasehan Drama Gong yang rencananya digelar di Denpasar, 6 Agustus 2016) DI Bali, sebelum lahirnya institusi pendidikan seni dan Pesta...
ISU kesetaraan gender masih menjadi topik relevan yang dibahas melalui media verbal maupun non verbal. Tak terkecuali melalui medium seni rupa. Topik soal gender yang seolah ingin...
Judul Buku: Istana Para Kuli # Penulis: Yahya Umar # Penerbit: Salsabila – Pustaka Al-Kautsar Grup # Tebal: 229 halaman # ISBN: 978-602-1695-36-4 MADURA memiliki bentangan tanah ta...