Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain ---Mengapa Begitu?
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
di tengah kolam. debu malam jatuh dari sehelai daun
menggetarkan purnama yang terapung. penyelam gaib
bangkit dari lumpur, memanjat akar dan bersembunyi
di kuncup teratai
ia genggam setetes mata air dari air mata leluhur
sengaja disembunyikan raja. teratai mekar mengisyaratkan kabar
seperti puisi yang mudah mati. kelopak bunga luruh satu
per satu. menyaru pada sisik ikan abu-abu
hujan yang membiaskan jatuh
garis daun pelan-pelan luruh
pohon-pohon bertumbuh merahasiakan akar
menjelajahi hidup yang sungguh
angin bertiup cepat, ada yang patah
namun tak tertangkap telinga
air mengalir di sela, mengecil lalu hilang
baginya, tangis adalah cara mata menyucikan dirinya
di manapun, langit
di manapun, angin
di mana-mana, kau
langit, di manapun
angin, di manapun
kau, di mana-mana
teduh malam dari bintang hujan
menjelma diam selepas gumaman
waktu tersembunyi lepas dari binar mata
berguguran ingin mengembus terbang
kembali hujan
memukul hening hilang-hilang
kau, angin yang suka menabrak tiba-tiba
menghilang tanpa aba-aba
berbekas senjakala
KAU adalah seluruh perpaduan kitab suci
dan aku hanya boleh membaca satu
rumah tinggal
kini tinggal rumah
bagi beberapa kepergian
jika aku terlahir kembali, aku ingin menjadi asap
berwujud isyarat sebelum api membakar hutan
berwujud pesan setelah hutan api menghilang
jika aku terlahir kembali, aku ingin menjadi asap
menjelma napas mesin di darat, laut, udara
berkeliaran di dapur para ibu, terbang
dari tubuh mati korek api dan lilin
aku ingin menjadi asap, dihirup pikiran runyam perokok
hingga aku-aku yang lain berkumpul di langit, mengendap
cerita di arus angin, lalu lebur menjadi hujan bagi api
cermin,
bawa aku kembali ke masa kecilku
ketika matamu lebih banyak menatap mataku
dan hari-hari siap bermain tanpa khawatir
atau kumis mulai menebal
cermin,
bawa aku kembali ke masa kecilku
menemui sisa kumis ayah pada patahan spion
bertemu ibu dengan dandanan terburu-buru
dan pecah tangis adik di luka tubuhmu
waktu,
pantulkan mataku
[][][]
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., berbagai program revitalisasi...
DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai hitam. Di depannya, seorang mahasiswa berdiri sembar...
PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLA...
ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek informasi tentang Bung Karno....
DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi...
Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini dua cerita yang telah direvitalisa...
Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika kuantum dan Interpretasi Kopenhagen. Nam...
JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar dari isi rekeningnya: semesta pasti punya rencana khusus...
Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah, hutan tua mendekapnya denganakar-akar yang t...