Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
di tengah kolam. debu malam jatuh dari sehelai daun
menggetarkan purnama yang terapung. penyelam gaib
bangkit dari lumpur, memanjat akar dan bersembunyi
di kuncup teratai
ia genggam setetes mata air dari air mata leluhur
sengaja disembunyikan raja. teratai mekar mengisyaratkan kabar
seperti puisi yang mudah mati. kelopak bunga luruh satu
per satu. menyaru pada sisik ikan abu-abu
hujan yang membiaskan jatuh
garis daun pelan-pelan luruh
pohon-pohon bertumbuh merahasiakan akar
menjelajahi hidup yang sungguh
angin bertiup cepat, ada yang patah
namun tak tertangkap telinga
air mengalir di sela, mengecil lalu hilang
baginya, tangis adalah cara mata menyucikan dirinya
di manapun, langit
di manapun, angin
di mana-mana, kau
langit, di manapun
angin, di manapun
kau, di mana-mana
teduh malam dari bintang hujan
menjelma diam selepas gumaman
waktu tersembunyi lepas dari binar mata
berguguran ingin mengembus terbang
kembali hujan
memukul hening hilang-hilang
kau, angin yang suka menabrak tiba-tiba
menghilang tanpa aba-aba
berbekas senjakala
KAU adalah seluruh perpaduan kitab suci
dan aku hanya boleh membaca satu
rumah tinggal
kini tinggal rumah
bagi beberapa kepergian
jika aku terlahir kembali, aku ingin menjadi asap
berwujud isyarat sebelum api membakar hutan
berwujud pesan setelah hutan api menghilang
jika aku terlahir kembali, aku ingin menjadi asap
menjelma napas mesin di darat, laut, udara
berkeliaran di dapur para ibu, terbang
dari tubuh mati korek api dan lilin
aku ingin menjadi asap, dihirup pikiran runyam perokok
hingga aku-aku yang lain berkumpul di langit, mengendap
cerita di arus angin, lalu lebur menjadi hujan bagi api
cermin,
bawa aku kembali ke masa kecilku
ketika matamu lebih banyak menatap mataku
dan hari-hari siap bermain tanpa khawatir
atau kumis mulai menebal
cermin,
bawa aku kembali ke masa kecilku
menemui sisa kumis ayah pada patahan spion
bertemu ibu dengan dandanan terburu-buru
dan pecah tangis adik di luka tubuhmu
waktu,
pantulkan mataku
[][][]
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan kampus, bukan hanya untuk tujuan wisata, na...
PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara yang serbacepat. Demi menghemat ene...
“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne, semengan ada bedik jumah. Nak, mekaad peteng, teka peteng. K...
Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau rekan satu hotel ataupun s...
JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang akan dijadikan ikon kampus di Turk...
PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang lebih dinamis dan atraktif. Pertunjukan seni berjalan ini...
KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber pengetahua...
DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan, bergema meneror kedua...
LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti hembusan angin laut, Minggu 7 Juni 2026....