Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain ---Mengapa Begitu?
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
Dalam kebatinan Bali yang dimaksud MANUSA MATAH (manusia mentah) adalah tubuh/sarira yang belum pernah dikonversi/diupgrade lewat instalasi AKSARA SUCI.
Prosesi menginstal aksara suci ini dikenal dengan berbagai tahapan: MAWINTEN, MAPULANG LINGGA, NGALINGGIHAN WEDA.
Di luar jalur formal di atas adalah transmisi teks suci oleh Guru ke Sisya yang tertutup. Murid diinisiasi tertutup dan diinstal DASA AKSARA secara khusus pula. Semua tertutup.
Tanpa instalasi sarira dengan aksara suci ini seseorang dianggap matah (mentah).
Proses instalasi aksara suci harus dilakukan oleh Guru yang mumpuni dan dilakukan ke sarira atau sosok yang tepat.
Jika dilakukan oleh Guru yang tidak mumpuni dan orang yang ambisi MAWINTEN, MAPULANG LINGGA, NGALINGGIHAN WEDA adalah sosok yang tidak pantas, maka ancaman kegagalannya sangatlah besar. Sarira yang diinstal tidak bisa menyerap.
Karena itu, jika ada sosok telah ganti nama, menyandang gelar suci, serta ganti penampilan, tetapi di tengah jalan goyang, tidak mantap atau tidak bisa menjalankan tugas "ngemargiang kawikon", ini indikasi proses instalasi aksara sucinya gagal.
AKSARA SUCI memang menjadi salah satu kunci mengkonversi "bahan mentah" sarira.
Pada foto-foto di atas tampak aksara suci yang dipakai mengkonversi atau mengupdate bahan mentah kayu, batu, semen, atap, dll., untuk menjadi "altar suci".
Tanpa instalasi aksara suci sebuah altar tidak bisa dianggap wahana suci (palinggih). Oleh karena itu ada pantangan dan tuntunan dalam sastra untuk tidak sembarangan memuja cakup tangan. Tidak dibenarkan atau pantangan memuja di tempat yang upakara dan prosesi ngelinggihang aksaranya (mendem pedagingan dll) tidak memadai.
Jika tubuh disucikan dengan instalasi aksara suci menjadi untuk bisa memenuhi kriteria tubuh suci, demikian pula bahan mentah (kayu, batu, ijuk, dll) bisa dianggap kuil suci jika sudah diupgrade lewat instalasi aksara suci.
Sebelum mencapai syarat instalasi aksara suci itu, maka bahan baku (tubuh atau pelinggih) tetap bahan mentah.
Disebut "MANUSA MATANG" ketika sang sarira telah disinari oleh nyala cahaya AKSARA SUCI. Dipenuhi oleh getar mantra suci dan padu dalam keheningan semesta. [T]
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., berbagai program revitalisasi...
DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai hitam. Di depannya, seorang mahasiswa berdiri sembar...
PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLA...
ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek informasi tentang Bung Karno....
DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi...
Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini dua cerita yang telah direvitalisa...
Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika kuantum dan Interpretasi Kopenhagen. Nam...
JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar dari isi rekeningnya: semesta pasti punya rencana khusus...
Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah, hutan tua mendekapnya denganakar-akar yang t...