Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
JIKA HADIR DAN MENYAKSIKAN Festival Nungkalik “Penumbra’s Final Gloom” di Pantai Segara Ayu, Sanur Denpasar, 20 April 2023 lalu, maka pameran seni “Nungkalik Exhibition” inilah kelanjutannya. Hasil karya dari kolaborasi antara seni rupa dan seni pertunjukan (tari dan musik) oleh seniman-seniman akademis itu dipajang dalam pameran yang digelar di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar selama dua hari (5-6 Mei 2023).
Pameran ini tak hanya menawarkan karya-karya seni menarik, tetapi tempat pameran juga digarap unik. Bangunan hampir semuanya menggunakan bahan ramah lingkungan, seperti bamboo, klangsah (daun kelapa dirajut) serta stand-stand tempat memajang karya menggunakan bamboo dan kayu. Penempatan karya juga ditata sangat indah, sehingga pengunjung yang menyaksikan pameran itu merasa senang dan nyaman.
Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) ISI Denpasar yang memprakarsai festival itu, sebagai pemaknaan terhadap fenomena fase bulan baru dan gerhana matahari hybrid. Saat itu, tak hanya menyajikan satu karya, melainkan ratusan artefak lahir dari para peserta Festival Nungkalik “Penumbra’s Final Gloom”, Menjangkar Konsep Eksperimental Umbra yang kemudian diwujudkan menjadi enam art objek instalatif mewarnai pameran tersebut.

...
Pameran seni bertajuk “Nungkalik Exhibition “Artefak Panumbra’s Final Gloom”, Membaca Garis Eksperimental Lintas Batas itu dibuka oleh Rektor ISI Denpasar, Dr. I Wayan Kun Adnyana, yang diawali dengan workshop, sharing, dan perfomance Garis Panumbra yang ditampilkan oleh mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar.
Pameran Nungkalik ini merupakan ruang inisiatif BEM ISI Denpasar dalam mengaktualisasikan kreativitas seni lintas bidang. “Mahasiswa diajak memanggungkan karya visual dan pertunjukan dengan merespons kondisi kontekstual, seperti gerhana matahari,’’ ujar Rektor ISI Denpasar, Dr. I Wayan Kun Adnyana.
Sebagai rektor, pihaknya tentu sangat berbangga dengan inisiatif seperti ini, untuk semakin meningkatkan reputasi kreativitas dan inovasi mahasiswa ISI Denpasar. Terlebih upaya kampus seni kebanggaan Bali ini untuk menjadi Global-Bali Arts and Creativity Centre Hub (G-BACCH).
Artefak Panumbra’s Final Gloom menyampaikan, gambar dan hasil corat-coret di berbagai medium itu disebut sebagai artefak. Penumbra final gloom mengkondisikan orang-orang yang kebetulan ada di tengah-tengah peristiwa, kemudian melakukan kreativitas tak biasa. “Mereka mengambil bagian proses seni, di setiap detik langkah gerhana matahari pada hari 20 April 2023 di Pantai Segara Ayu, Sanur,” ujar kurator “Nungkalik Exhibition“Dr. I Wayan Sujana Suklu.
Selanjutnya memaknai Hari Bumi tanggal 22 April 2023, suntuk ritus verbal-visual-sound. Tanggal 5 Mei 2023 diakhiri dengan melakukan presenting catatan, coretan, gerak-gerak, sound, kemudian dikeram bulan. ‘’Lengkaplah, Nungkalik Festival menjangkar trinity bulan-bumi- matahari melalui peristiwa,’’ ujar dosen senirupa ISI Denpasar ini, didampingi Presiden BEM ISI Denpasar, Putu Durga Laksmi Devi.
Artefak kreativitas tak biasa ini dihadirkan sebagai entitas bernyawa pada sebuah presenting pameran. Layaknya makhluk hidup, artefak menemukan ruang sesuai dengan karakter dan eksistensinya. “Kami berharap ini dapat memberi banyak spektrum yang terus berdenyut memancarkan energi positif dan memantik kreativitas tanpa batas. Kemudian mengakrabi lingkungan dan pengalaman berkarya, didapatkan pada peristiwa ini,” ucapnya.
Termasuk menguji kecerdasan untuk dapat menghayati secara detail maupun secara keseluruhan, melalui pengembangan indra-indra dan perasaan-perasaan yang selama ini terabaikan. Peristiwa-peristiwa, sensasi-persepsi dapat merasakan hubungan tersembunyi di alam semesta, meyakini proses bukan produk akhir, melainkan sebuah proses bergerak dan menjadi dinamis. Ide dan gagasan-gagasan kreatif berevolusi, bermetamorfosis dalam membangun sebuah evolusi kebudayaan yang dinamis.
Berbeda dengan praktik seni modern, dua hal ini tahapannya dipisahkan. Keakraban terhadap lingkungan dalam upaya menggali pemantik ide gagasan satu fase. Tahapan selanjutnya pengekspresian atau pencipraan dilakukan di studio tertutup. Eksperimental dimaknai sebagai salah satu keyword menuju karya seni bernyawa. Bahwa Nungkalik diniatkan sebagai eksperimental konseptual oleh perancang festival sebagai dynamic eguibilirium.

...
Keseimbangan dinamis antara fisik, kreatis, rasio yang memampukan setiap orang menangkap keseluruhan dunia. Apakah setiap peserta mampu menangkap substansi tersebut? Inilah tugas utama dari Festival Nungbkalik, setiap peserta harusnya mengurai peristiwa ini dari berbagai lapangan ilmu. Festival Nungkalik patut didukung semua pihak, khususnya ISI Denpasar sebagai kampus seni yang berbasiskan eksperimental. Diibaratkan kawah Candradimuka tempat dilahirkannya senimanseniman handal bertulang besi dan bemental baja. [T][Pan/*]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...