Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
DI PANTAI, di antara pasir batu dan gelombang laut, di areal Pura Ponjok Batu, terdapat lima mata air suci. Airnya menyembul dari pasir di bawah air laut, lalu menyatu dengan air laut. Itu sebuah tempat suci dengan peristiwa alam yang unik, barangkali tak banyak ada tempat seperti itu di Bali.
Pura Ponjok Batu masuk dalam wilayah di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Tempatnya memang di tepi pantai, di atas karang yang menonjol, dengan hamparan pasir berbatu-batu halus.
Pura Ponjok Batu termasuk Pura Dang Kahyangan. Selain sebagai tempat sembahyang sebagaimana dilakukan di Pura lain, di tempat itu juga biasa dijadikan tujuan bagi umat yang hendak melukat, membersihkan diri secara lahir dan batin.
Tempat melukat itu disebut Pura Segara Taman Beji. Pura Segara Taman Beji ini merupakan tempat untuk menyucikan diri (melukat), berobat dan memohon rezeki. Lima mata air yang ada di areal Pura itu disebut Panca Tirta.

Prosesi melukat di Pura Taman Beji Pnjok Batu | Foto: Ist
Mangku Nengah Widi, pengempon Pura Ponjok Batu, mengatakan Pura Segara Taman Beji banyak didatangi oleh umat Hindu di Bali untuk sembahyang sekaligus melukat di sumber mata air tersebut. Mata air itu berada tepat di areal pesisir pantai.
"Tidak hanya umat Hindu, wisatawan mancanegara yang berwisata ke sini juga melakukan persembahyangan sekaligus melukat," kata Mangku Widi, Rabu, 26 April 2023.
Mangku Nengah Widi menyebutkan banyak orang yang datang melukat mempunyai berbagai tujuan salah satunya untuk nunas ubad atau nunas tamba karena mengalami sakit non medis.
"Biasanya umat Hindu (pemedek) yang melukat ke sini untuk meminta keselamatan, mensucikan diri dan untuk memohon kesembuhan," jelasnya.
Melukat di Pura Segara Taman Beji Ponjok Batu tidak dipungut biaya, cukup membawa banten pejati, kelungah nyuh gading dan bunga berjumlah ganjil. [T][Ado/*]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...