Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
MEGAWATI SELAKU ketua umum (ketum) PDIP telah mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) dari PDIP. Meski sebenarnya PDIP bisa mengusung calon sendiri untuk pilpres 2024, namun sejauh ini belum diputuskan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar. PDIP masih terus berkomunikasi dengan partai politik (parpol) lain untuk membangun koalisi.
Tak lama setelah PDIP mengumumkan Ganjar sebagai capres, dukungan dari parpol lain pun langsung berdatangan. Setidaknya Partai Hanura dan PSI sudah menyatakan dukungannya kepada gubernur Jawa Tengah itu untuk menjadi capres pada pilres 2024. Sementara parpol lain masih utak-atik koalisi. Apakah PAN, Golkar, dan PPP akan gabung ke koalisi bersama PDIP? Bagaimana pula dengan Partai Gerindra?
Setelah Ganjar resmi diumumkan sebagai capres PDIP, ucapan selamat juga datang dari calon kandidat lainnya, seperti Anies Baswedan. Seperti diketahui, Anies sudah lebih dulu diumumkan sebagai capres dari Partai Nasdem. Sang ketum Surya Paloh menyerahkan kandidat cawapres kepada Anies. Namun, sejauh ini pencapresan Anies belum 'aman' sebab koalisi Nasdem bersama Partai Demokrat dan PKS belum solid. Mereka masih tarik ulur soal bakal cawapres.
Prabowo Subianto selaku ketum Gerindra juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ganjar yang telah resmi jadi capres PDIP. Dia sempat ditanya wartawan soal kemungkinan untuk berpasangan dengan Ganjar untuk menjadi cawapres. Prabowo pun menegaskan bahwa partainya sejak lama sudah mendukung dirinya maju jadi capres bukan cawapres. Apalagi Gerindra juga sudah berkoalisi dengan PKB untuk pencapresan kali ini.
Melihat dinamika tersebut, hampir dapat dipastikan akan ada tiga bakal capres. Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. Hasil survei sejumlah lembaga survei juga menempatkan ketiganya sebagai kandidat capres dengan elektabilitas teratas dalam berkali-kali survei, setidaknya setahun terakhir. Maka, pertarungannya kemudian adalah siapa nama cawapres yang bakal mendampingi ketiga capres itu?
Selang beberapa hari, kabar datang dari Sandiaga Uno. Dia pamit dari Gerindra, baik sebagai pengurus maupun sebagai anggota partai. Kemungkinan Sandi akan masuk ke PPP. Hal ini sebetulnya sudah sempat diisukan sejak tiga bulan yang lalu, dan diiyakan oleh pengurus PPP. Meski begitu, sejauh ini Sandi belum memberi kepastian soal perpindahan kendaraan politik itu.
Apabila Sandi benar-benar masuk ke PPP maka dipastikan PPP akan punya cawapres untuk ditawarkan kepada parpol lainnya atau kepada koalisi yang sudah ada.
Apakah Sandi akan ditawarkan ke PDIP sebagai cawapres Ganjar? Apakah mendekat ke koalisi Nasdem-Demokrat-PKS sehingga menjadikan paket Anies-Sandi, seperti saat keduanya jadi cagub-cawagub DKI Jakarta? Atau justru Sandiaga bakal berpaket kembali dengan Prabowo sehingga mengulangi kembali paket Prabowo-Sandi seperti pilpres 2019?
Semua opsi tersebut sebetulnya sangat memungkinkan. Mengingat, dalam berbagai survei, nama Sandiaga Uno seringkali masuk sebagai cawapres dengan elektabilitas tertinggi. Selain itu, dia juga punya logistik yang cukup memadai untuk berkompetisi dalam pilpres 2024. Oleh karenanya, Sandi punya daya tawar tinggi untuk menjadi cawapres.
Selain Sandi, nama-nama yang potensial diusung jadi cawapres antara lain Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono, Mahfud MD, Erick Thohir, Ridwan Kamil. Masih ada waktu lima bulan ke depan untuk membangun koalisi maupun utak-atik capres-cawapres hingga Oktober 2023 nanti. Selama sisa waktu tersebut, lembaga survei pasti laris manis. Semoga capres-cawapres yang dihasilkan nanti juga berbuah manis bagi bangsa dan negara Indonesia. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...