Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Semburat bulan
Menyelinap di sunyi barisan pinus
Sedang kita berusaha
Sibak kabut
Sisir bayang
Pada basah jalanan
Mengiratkan dingin
Sesekali kita kenang Les
Jua tak lupa
Menabung rindu untuk Pedawa
Sampai tiba saatnya
Bersemi dalam hangat perjumpaan
Namun jalan masih panjang
Gelap dan gerimis mesti ditempuh
Dalam saku baju hangatmu
Kubungkam gigil ujung jari
Tanpa tanya berapa jauh lagi
Kubenam lelah di balik punggung waktu
Di tikungan malam
Langkahku pelan melintas
Kutaruh pandang kiri kanan
Kios-kios sibuk menjaja sunyi
Tak jauh
Kulihat sepasang pedagang
Bersihkan wajan dan piring
Dari kerak dan sisa lapar
Menggosokkan sabun
Agar kikis pula tumpukan lelah
Dan cemas hari tua
Langkahku terus
Memungut cahaya
Dari lampu yang hanya satu, dua, menyala
Di ujung jalan
Seorang penjahit memecah hening
Memintal kusut-kusut kepala
Merajutnya jadi satu, dua, cerita
Untuk tawa yang akan datang
Saat bertambah satu, dua, usia
Doa mengepul di perapian
Mengayun lamunan
Di sela gerai rambutmu
Candumu mendesakku agar bergegas
Menyapu gugur rindu di halaman
Kemudian kurapikan dalam kotak waktu pemberianmu
Di perjalanan
Aku sibuk merangkai kemungkinan
Burung-burung hinggap di pucuk pinus
Bunga-bunga riuh menanti
Kita pun larut dalam seikat pertemuan
yang rekah dari kopi pahit kehidupan ini
Takkan henti kudaki terjalmu
Walau debu dan kerikil begitu bertingkah
Kupastikan akan sampai
Sebelum bibir cangkir itu mencuri kecupanmu
Seorang anak
sedang duduk di halaman
Lapang lamunan
membingkai gurat sesal bapak
yang tersesat pada ikal rambutnya
Dalam percakapan nyenyat
dilihatnya masa kecil mengudak
Menggagau wajah asing itu
Yang dulu membuyarkan lelap
dan permainkan igauku
hanya untuk bertanya siapa presiden Amerika
Diakah?
Yang kubuatkan kalimat bapak pulang malam
di buku tulis pertamaku
Dia juga?
Yang membiarkan celoteh masa kanakku tersiar di radio amatir itu
Dia?
Elehebeh!
Sekian lama kelana
belum jua matang mampunya
untuk bertanya
“Kapan kita pulang bersama?”
[][][]
KLIK untuk BACA PUISI-PUISI lainnya
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...