Buleleng Terkaya di Bali, Sesungguhnyalah Tak Perlu Investor
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
Semburat bulan
Menyelinap di sunyi barisan pinus
Sedang kita berusaha
Sibak kabut
Sisir bayang
Pada basah jalanan
Mengiratkan dingin
Sesekali kita kenang Les
Jua tak lupa
Menabung rindu untuk Pedawa
Sampai tiba saatnya
Bersemi dalam hangat perjumpaan
Namun jalan masih panjang
Gelap dan gerimis mesti ditempuh
Dalam saku baju hangatmu
Kubungkam gigil ujung jari
Tanpa tanya berapa jauh lagi
Kubenam lelah di balik punggung waktu
Di tikungan malam
Langkahku pelan melintas
Kutaruh pandang kiri kanan
Kios-kios sibuk menjaja sunyi
Tak jauh
Kulihat sepasang pedagang
Bersihkan wajan dan piring
Dari kerak dan sisa lapar
Menggosokkan sabun
Agar kikis pula tumpukan lelah
Dan cemas hari tua
Langkahku terus
Memungut cahaya
Dari lampu yang hanya satu, dua, menyala
Di ujung jalan
Seorang penjahit memecah hening
Memintal kusut-kusut kepala
Merajutnya jadi satu, dua, cerita
Untuk tawa yang akan datang
Saat bertambah satu, dua, usia
Doa mengepul di perapian
Mengayun lamunan
Di sela gerai rambutmu
Candumu mendesakku agar bergegas
Menyapu gugur rindu di halaman
Kemudian kurapikan dalam kotak waktu pemberianmu
Di perjalanan
Aku sibuk merangkai kemungkinan
Burung-burung hinggap di pucuk pinus
Bunga-bunga riuh menanti
Kita pun larut dalam seikat pertemuan
yang rekah dari kopi pahit kehidupan ini
Takkan henti kudaki terjalmu
Walau debu dan kerikil begitu bertingkah
Kupastikan akan sampai
Sebelum bibir cangkir itu mencuri kecupanmu
Seorang anak
sedang duduk di halaman
Lapang lamunan
membingkai gurat sesal bapak
yang tersesat pada ikal rambutnya
Dalam percakapan nyenyat
dilihatnya masa kecil mengudak
Menggagau wajah asing itu
Yang dulu membuyarkan lelap
dan permainkan igauku
hanya untuk bertanya siapa presiden Amerika
Diakah?
Yang kubuatkan kalimat bapak pulang malam
di buku tulis pertamaku
Dia juga?
Yang membiarkan celoteh masa kanakku tersiar di radio amatir itu
Dia?
Elehebeh!
Sekian lama kelana
belum jua matang mampunya
untuk bertanya
“Kapan kita pulang bersama?”
[][][]
KLIK untuk BACA PUISI-PUISI lainnya
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
INI adalah komentar seorang teman pebisnis sukses, orang Bali yang tinggal di Amerika “Orang Bali harusnya ajarkan anak-anaknya berbisnis bukan hanya sembahyang”. Dan comment yang...
WABAH Pokémon Go sepertinya sudah masuk ke ceruk kehidupan orang Bali. Di Pulau Seribu Pura ini, tentu bukan hal aneh jika sarang Pokémon banyak terdapat di Pura. Di Pura besar ata...
Cerpen: Ni Kadek Desi Nurani Sari Purnama pasah, tiga anak bajang berjalan melenggang ke arah barat tempat di mana, rusuk seorang ibu tersesat jalan pulang. Mereka kembara, membawa...
BUNGA KECOMBRANG (1 ) Pada kelopak mudaku kau temukan rasa yang enggan pergi dari tiap ujung papila Kau terbakar rasa larut dalam liur kuntum kuntumku membuat...
SALAH satu cara mengatasi kerumitan pilihan hidup dalam dunia, --- yang mana orang-orangnya kian jauh dari kesempatan untuk berbeda adalah mengikuti ke mana arah pemikiran pergi,...
"Itulah pekerjaan, saya profesional, keluarga tahu saya bekerja sebagai penari joged, tidak jual diri," KERUMUNAN tampak dari kejauhan. Iringan suara gamelan rindik berpadu dengan...
HARI sekolah tiba. Orang tua harap-harap cemas. Apakah si anak bisa berprestasi di sekolah. Jika iya tentunya membanggakan. Namun, hilangkan harapan itu. Baiknya, jangan paksa anak...
Judul: Magening # Pengarang: Wayan Jengki Sunarta # Penerbit: Kakilangit Kencana # Tahun: April 2015 # Tebal: vi, 164 halaman # ISBN: 978-602-8556-53-8 899.221 3 NOVEL Magening...
PADA suatu masa, tak terlalu lama, di negeri ini pernah ada penggemar cicak dan ada penggemar buaya, ada juga yang suka melihat ribut-ribut antara keduanya. Tapi saya sendiri lebih...