Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
ada tanya yang muncrat
"jejak siapakah itu?"
tak ada bunyi di tengah gelap
hanya sekelebat jejak lewat di atap.
"itu pikiranku yang sudah mati menjadi hantu"
jawab turun dari
tepi bibir mulut nurani.
hari berganti,
diganti menggunakan remot tv.
sunyi menari, merayakan
hari yang lewat, dan
waktu yang lenyap.
wacana ini wacana itu, gagal.
digagalkan kalimat yang hanya sepenggal.
perasaan bermuara dengan pikiran jelimat.
dan ketika itu, hanya taubat yang bisa menjadi obat.
Jembrana, 24 Maret 2023
laba yang jumlahnya triliunan
diabadikan dalam buku tabungan,
yang harganya hanya ribuan,
tapi sangat berbahaya bila ketahuan.
di dalam gudang data
nama orang yang tak tahu cerita
tiba-tiba menjadi pemilik mobil mewah,
sedangkan membuat tabungan saja
orang itu tak tahu bagaimana caranya.
malapetaka tiba dari anak yang pamer harta,
tapi sayang tabungan tak bisa beri pertolongan,
karena buku tipis itu adalah pengawas jiwa
kekayaan orang-orang yang haus perhatian.
Jembrana, 24 Maret 2023
o, seperti nirguna
bangun pagi, mandi, dan gosok gigi,
sedangkan onak tetap tajam dan berduri,
riuh kehidupan tetap tinggi dan wara-wari.
jika hanya bersih-bersih dianggap paling berarti
buruh pabrik ibadah semestinya manusia tersuci,
tapi mengapa anak bayi yang penuh ompol
menjadi analogi transisi ruh ilahi pertama kali.
onak berduri tak bisa mati dengan bangun pagi
jua rejeki tak menghampiri seusai mandi
lebih lagi, makanan tak disarankan masuk setelah gosok gigi.
mati! jika kau memaknai hidup hanya seperti ini.
Jembrana, 24 Maret 2023
sabun cuci terakhir kali
menjadi kuah nasi
sebab tak ada lagi materi
untuk membeli kebutuhan sehari-hari
senang sekali, meski makan sabun cuci
tak ada satu pun janji yang harus dilunasi.
ini berbeda jauh dari orang yang makan di
warung bergengsi, tapi gelisah setiap hari
memikirkan janji, janji, janji, janji, janji.
Jembrana, 23 Maret 2023
[][][]
KLIK untuk BACA puisi-puisi lain
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...