17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
BULELENG | TATKALA.CO -- Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng menyiapkan dua kwintal ikan untuk diolah menjadi sate ikan dan menu lain dalam acara Gemar makan Ikan di di Lapangan GOR Bhuana Patra Singaraja, Kamis, 30 Maret 2023.
Maka, beramai-ramailah warga Buleleng untuk bisa ikut menikmati kuliner dari bahan ikan itu pada stand Gemar Makan Ikan yang dikelola DKPP Buleleng. Para petugas tampak sibuk mengipas dan membakar sate ikan, dan warga sibuk juga untuk ikut memesan sate yang memang disiapkan secara gratis.
Acara Gemar Makan Ikan dilaksanakan serangkaian HUT ke-419 Kota Singaraja yang puncaknya dilaksanakan pada Kami situ. Selain acara Gemar makan Ikan, HUT Kota Singaraja juga diisi dengan berbagai kegiatan seni budaya, pameran UMKM, dan lain-lain, yang dipusatkan di GOR Bhuwana Patra.
Kepala DKPP Buleleng I Gede Putra Aryana mengatakan kegiatan gemar makan ikan ini adalah salah satu program DKPP dengan tujuan mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan dalam mewujudkan generasi cerdas, sehat dan kuat.
"Ini program tahunan kita. Melalui kegiatan gemar makan ini kita harapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya makan ikan," kata Aryana.
DKPP menyiapkan dua kwintal ikan segar yang kemudian diolah untuk dibagikan secara gratis. Ikan-ikan itu diolah menjadi 7.000 tusuk sate ikan untuk masyarakat yang hadir di GOR Bhuwana Patra. Selain itu juga disiapkan 600 voucher paket makanan olahan ikan untuk dibagikan kepada anak-anak panti asuhan dan SD di seputaran Kota Singaraja.
Aryana berharap program ini bisa dilakukan kembali pada HUT RI nanti sambil menunggu anggaran yang tersedia.
“Sehingga kegiatan ini bisa dimanfaatkan secara baik dan berkesinambungan nantinya serta memberikan motivasi betapa pentingnya mengonsumsi ikan,” kata Aryana. [T][Ado/*]
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...