Belajar Kesetiaan dari Anjing Bali
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
BULELENG | TATKALA.CO -- Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng menyiapkan dua kwintal ikan untuk diolah menjadi sate ikan dan menu lain dalam acara Gemar makan Ikan di di Lapangan GOR Bhuana Patra Singaraja, Kamis, 30 Maret 2023.
Maka, beramai-ramailah warga Buleleng untuk bisa ikut menikmati kuliner dari bahan ikan itu pada stand Gemar Makan Ikan yang dikelola DKPP Buleleng. Para petugas tampak sibuk mengipas dan membakar sate ikan, dan warga sibuk juga untuk ikut memesan sate yang memang disiapkan secara gratis.
Acara Gemar Makan Ikan dilaksanakan serangkaian HUT ke-419 Kota Singaraja yang puncaknya dilaksanakan pada Kami situ. Selain acara Gemar makan Ikan, HUT Kota Singaraja juga diisi dengan berbagai kegiatan seni budaya, pameran UMKM, dan lain-lain, yang dipusatkan di GOR Bhuwana Patra.
Kepala DKPP Buleleng I Gede Putra Aryana mengatakan kegiatan gemar makan ikan ini adalah salah satu program DKPP dengan tujuan mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan dalam mewujudkan generasi cerdas, sehat dan kuat.
"Ini program tahunan kita. Melalui kegiatan gemar makan ini kita harapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya makan ikan," kata Aryana.
DKPP menyiapkan dua kwintal ikan segar yang kemudian diolah untuk dibagikan secara gratis. Ikan-ikan itu diolah menjadi 7.000 tusuk sate ikan untuk masyarakat yang hadir di GOR Bhuwana Patra. Selain itu juga disiapkan 600 voucher paket makanan olahan ikan untuk dibagikan kepada anak-anak panti asuhan dan SD di seputaran Kota Singaraja.
Aryana berharap program ini bisa dilakukan kembali pada HUT RI nanti sambil menunggu anggaran yang tersedia.
“Sehingga kegiatan ini bisa dimanfaatkan secara baik dan berkesinambungan nantinya serta memberikan motivasi betapa pentingnya mengonsumsi ikan,” kata Aryana. [T][Ado/*]
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
MAHASISWA baru, di mana pun, mau tak mau, akan mengawali “kuliah” dengan melakukan adaptasi dan pengenalan lingkungan kampus. “Kuliah” awal itu di Indonesia biasa disebut Ospek (Or...
TANGGAL tujuh belas Agustus adalah peringatan, perayaan, dan perenungan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semua orang tahu itu. Pada tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya, sej...
KALAU seseorang dinilai bicara panjang lebar tetapi tak ada isinya, lazimnya orang itu disebut mengumbar omong kosong. Orang macam begini dianggap lebih buruk tinimbang seorang pen...
KAMPUS adalah tempat kaderisasi bagi para pemimpin bangsa dan negara. Di suatu negara kita mengenal adanya pemerintahan, pada umumnya pemerintahan diselenggarakan dan dijalankan ol...
“DENGAN melewati tahapan hidup dari Sudra menuju Wesya, dari Wesya menuju Satria, dari Satria menuju Brahmana, seseorang mencapai Moksha,” guru saya pernah berucap demikian suatu h...
UNTUK yang ketiga kalinya, saya menginjakkan kaki di Desa Mausamang Kiralela di Kecamatan Alor Timur, NTT. Bersahabat lebih dekat dengan desa ini membuat saya kecanduan untuk pergi...
ADA banyak cara merayakan Kemerdekaan. Seperti warga sekitar sungai Tukad Unda, Klungkung. Di situ, suasana 17 Agustus 2016 berbeda dari sebelumnya. Dari jembatan Tukad Unda terben...
Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Di sanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku ……. TIAP kali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau mencermati teksnya, saya selalu te...
MUNGKIN banyak yang belum tahu bahwa salah satu putra Buleleng ikut berperan dalam terbentuknya Republik Indonesia. Namanya, Mr. I Gusti Ketut Pudja. Dia menjadi satu-satunya waki...