Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Hey, Ndul, sudah lama tidak berkabar, gimana kabarnya, Ndul? Semoga senantiasa diberi kelancaran ya, Ndul. Akhir-akhir ini aku ada kegiatan, Ndul. Ya biasa, ini dan itu, kadang begini, kadang begitu, udah biasa, Ndul, namanya juga manusia, penuh kesibukan, apapun itu.
O, iya, Ndul, kalo ada orang yang tidak bisa menghadiri acara karena kesibukan, menurutmu bagaimana, apakah relevan, Ndul? Ya kan semua orang punya kesibukan.
Ya kalo menurut ku, hanya soal prioritas, Ndul. Diantara kesibukan yang ada, manusia punya hak untuk memilih, mana yang perlu diprioritaskan, yang ini atau yang itu. Kalo yang ini, berarti yang itu tidak bisa diikuti, atau mengikuti itu dilain waktu, kan begitu to, Ndul?
Baiklah, jika dirimu multitalenta, mungkin bisa saja mengambil semua pilihan yang ada. Tapi hasilnya bagaimana, apakah bisa maksimal? Perlu diingat, di antara pilihan yang ada, tentu masing-masing mempunyai konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan, Ndul. Artinya ada usaha lebih keras yang perlu diperhitungkan, misalnya, dirimu akan memerlukan waktu, pikiran dan mungkin biaya tambahan.
Kalo kata orang pintar ya, Ndul, selesaikan dulu satu urusan, jika satu urusan selesai, lanjutkan urusan yang lain. Nah kalo dirimu ambil lebih dari satu pilihan, bagaimana dirimu mengatur tanggung jawab atas konsekuensi pilihan yang dirimu ambil.
Coba renungkan dulu, Ndul, mana yang menjadi prioritas. Apa yang menjadi landasan dasar dirimu mengambil pilihan tersebut.
Pikirkan, konsultasikan dengan orang tua, ceritakan kepada orang yang pernah mengalami hal serupa, atau bila perlu mendeklarasikan seseorang untuk bersedia menjadi gurumu atau mentor mu malah lebih bagus, Ndul. Karena referensi mu dalam pengambilan keputusan tentu masih terlalu sedikit, takutnya salah langkah.
Ya meskipun, salah langkah pun, menjadi pembelajaran proses tumbuh mu, tapi kalo bisa diantisipasi, mengapa harus mencoba gagal?
Toh, tanpa harus gagal pun, dirimu bisa mengevaluasi dari orang tua atau mentor mu yang pernah ga gagal kan lebih baik. Bukankah begitu, Ndul? [T]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...