PENDIDIKAN ATAU DUNIA perdebatan intelektual kadang mengagungkan kecerdasan. Sering pula memuja kepintaran pikiran orang-orang yang dinilai pintar. Pikiran dan kecerdasan hanya piranti untuk bertahan hidup.
Ada kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan nalar-pikir-intelektualitas yang berkerja di balik penciptaan alam semesta, di balik daya hidup yang memberikan jantung berdetak, di balik semua tarian planet dan alam raya.
Dalam tradisi meditasi Zen di Jepang ada ungkapan atau metafora yang sangat menarik: “Jari yang menunjuk ke Bulan”. Yang mana ini menggambarkan hubungan antara elemen cara atau praktik dan Sesuatu Yang Tak Terlukiskan.
Tradisi ini mengajarkan bahwa seorang meditator Zen tidak boleh terjebak dalam fokus pada jari, tetapi selalu melihat ke arah yang ditunjuknya (bulan).
Saya bandingkan jika kita terjebak pada pikiran, atau intelektualitas kita, atau kecerdasan semata, tapi lupa apa yang ditunjuknya, yaitu 'Keberadaan Yang Tiada Terbatas', maka kita tidak bisa melampaui cangkang pikiran dan tidak mampu sepenuhnya terbebas atau mengalami pencerahan yang tiada terikat oleh cangkang pikiran.
Pikiran hanyalah petunjuk, hanya jendela yang menuju Keluasan Batin kita yang terhubung langsung dengan Keagungan Semesta Raya. Pikiran dan kecerdasan, aplikasi ini tidak memiliki nilai pada dirinya sendiri, tetapi hanya dalam kaitannya dengan apa yang mungkin mereka ungkapkan. [T]
DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang calon wirausaha ditanya mengenai apa y...
SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali seperti sediakala?"
Pertanyaan...
PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya di Jembrana-Bali, yang telah berpulang pada 21 Januari 20...
KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi ini: hutan-hutan terbaik yang be...
"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota Singaraja," ujar Bupati Buleleng, dr. I...
JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan akan datang orang-orang yang dan...
HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai marmer rumah mewah di kawasan elit. Suara temba...
MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA
mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata
jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta kebijakan berbe...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar. Di tengah gemuruh tabuh dan warna-warni busa...
RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat dikenali secara utuh dalam epik Ramaya...