PENDIDIKAN ATAU DUNIA perdebatan intelektual kadang mengagungkan kecerdasan. Sering pula memuja kepintaran pikiran orang-orang yang dinilai pintar. Pikiran dan kecerdasan hanya piranti untuk bertahan hidup.
Ada kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan nalar-pikir-intelektualitas yang berkerja di balik penciptaan alam semesta, di balik daya hidup yang memberikan jantung berdetak, di balik semua tarian planet dan alam raya.
Dalam tradisi meditasi Zen di Jepang ada ungkapan atau metafora yang sangat menarik: “Jari yang menunjuk ke Bulan”. Yang mana ini menggambarkan hubungan antara elemen cara atau praktik dan Sesuatu Yang Tak Terlukiskan.
Tradisi ini mengajarkan bahwa seorang meditator Zen tidak boleh terjebak dalam fokus pada jari, tetapi selalu melihat ke arah yang ditunjuknya (bulan).
Saya bandingkan jika kita terjebak pada pikiran, atau intelektualitas kita, atau kecerdasan semata, tapi lupa apa yang ditunjuknya, yaitu 'Keberadaan Yang Tiada Terbatas', maka kita tidak bisa melampaui cangkang pikiran dan tidak mampu sepenuhnya terbebas atau mengalami pencerahan yang tiada terikat oleh cangkang pikiran.
Pikiran hanyalah petunjuk, hanya jendela yang menuju Keluasan Batin kita yang terhubung langsung dengan Keagungan Semesta Raya. Pikiran dan kecerdasan, aplikasi ini tidak memiliki nilai pada dirinya sendiri, tetapi hanya dalam kaitannya dengan apa yang mungkin mereka ungkapkan. [T]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...