PENDIDIKAN ATAU DUNIA perdebatan intelektual kadang mengagungkan kecerdasan. Sering pula memuja kepintaran pikiran orang-orang yang dinilai pintar. Pikiran dan kecerdasan hanya piranti untuk bertahan hidup.
Ada kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan nalar-pikir-intelektualitas yang berkerja di balik penciptaan alam semesta, di balik daya hidup yang memberikan jantung berdetak, di balik semua tarian planet dan alam raya.
Dalam tradisi meditasi Zen di Jepang ada ungkapan atau metafora yang sangat menarik: “Jari yang menunjuk ke Bulan”. Yang mana ini menggambarkan hubungan antara elemen cara atau praktik dan Sesuatu Yang Tak Terlukiskan.
Tradisi ini mengajarkan bahwa seorang meditator Zen tidak boleh terjebak dalam fokus pada jari, tetapi selalu melihat ke arah yang ditunjuknya (bulan).
Saya bandingkan jika kita terjebak pada pikiran, atau intelektualitas kita, atau kecerdasan semata, tapi lupa apa yang ditunjuknya, yaitu 'Keberadaan Yang Tiada Terbatas', maka kita tidak bisa melampaui cangkang pikiran dan tidak mampu sepenuhnya terbebas atau mengalami pencerahan yang tiada terikat oleh cangkang pikiran.
Pikiran hanyalah petunjuk, hanya jendela yang menuju Keluasan Batin kita yang terhubung langsung dengan Keagungan Semesta Raya. Pikiran dan kecerdasan, aplikasi ini tidak memiliki nilai pada dirinya sendiri, tetapi hanya dalam kaitannya dengan apa yang mungkin mereka ungkapkan. [T]
CINTA, ah, erat kaitannya dengan “kangen”. Kalau cinta dan kangen sudah bertemu maka banyak cerita terpatri dalam ingatan seorang penjalin cinta. Cinta dan kangen jadi punya hubung...
MENILIK perkembangannya, bahasa Using Banyuwangi mengalami periode yang sangat mengkhawatirkan, yaitu apa yang disebut sebagai “Bunuh Diri Bahasa”. Pakar bahasa Jean Aitchison (200...
SAYUP-SAYUP terdengar lirik lagu. Gadis di depan saya tampak bernyanyi menirukan chant meski lirih yang datang dari tribun utara. Mereka berdiri di sektor tribun timur Stadion Kapt...
ANTROPOLOG kebangsaan Amerika Serikat, Clifford Geertz dalam bukunya Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologi di Indonesia mengupas tentang proses pertanian di Pulau Jawa yang...
SELALU terngiang ucapan Joni Ariadinata ketika meminta cerpen-cerpen saya untuk diterbitkan sebagai buku antologi pribadi. Buku? Wah, apakah sudah saatnya?Itu tahun 2002. Namun, be...
IBU saya pernah memberikan sebuah nasihat bijak saat dulu saya berkata bahwa nanti, sesudah melahirkan, saya ingin kembali bekerja sebagai pramugari."Kalau seorang ibu bekerja, men...
DALAM sebuah wawancara dengan wartawan, Putu Agus Suradnyana, calon bupati incumbent dalam Pilkada Buleleng 2017 berucap, ”Pura-pura terzolimi itu lagu lama (untuk menarik simpati...
WAJAH-WAJAH itu menatap dengan pandangan kosong. Tergantung di dinding begitu saja. sekilas wajah itu menyerupai pria. Terkadang menyerupai wanita. Bisa juga diterjemahkan sebagai...
PERNAH ikut OSIS? Pernah ikut HMJ, SENAT,BEM? Enakkah? Serukah? Untungkah? Rugikah? Hanya kalian yang pernah ikut organisasi siswa atau kemahasiswaan yang tahu jawaban pastinya.
M...
SAYA tak pernah menanyakan nama aslinya, namun orang di desa saya di Tabanan, Bali, menyebutnya Men Suka. Ibu dari anak pertama yang bernama Wayan Suka. Ia janda sejak tahun 1965...