Jika Film Horor Indonesia Seperti “Bokep” – Bukan Salah Setan!
APA yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata “horor”? Hmm, hantu atau setan? Ya, bisa jadi. Kepanikan, ketakutan, atau terror? Ya, bisa jadi. Secangkir Kopi Vietnam? H...
KETIKA MENONTON penari joged bumbung, biasanya orang langsung berpikir tentang pornografi, goyang pinggul yang vulgar, dan aksi-aksi tak elok yang dianggap menodai seni budaya Bali. Jarang orang berpikir bahwa penari joged juga punya kehidupan yang harus diperjuangkan.
Ketut Sari adalah penri joged bumbung dari sekaa joged bumbung Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali. Saat menari joged, gadis itu tampak begitu ceria, gembira, dan tampak seperti tak punya beban dalam hidupnya. Apalagi goyang pinggulnya begitu lincah, yang membuat penonton tergoda untuk ngibing, atau ikut menari.
Tak banyak yang tahu, Ketut Sari bukan sekadar menari, bukan sekadar menghibur warga yang haus hiburan, melainkan ia menari untuk menunjang kehidupan sehari-hari, baik kehidupannya sendiri sebagai seorang gadis, maupun kehidupan keluarganya.
“Saya mulai menari joget bumbung sejak kelas 6 SD,” kata Ketut Sari.
Ia masih ingin bersekolah. Namun ia memutuskan untuk fokus menjadi penari dan tidak melanjutkan pendidikan. Ia rela berhenti sekolah karena harus memegang peran besar menjadi tulang punggung keluarga.
Dari hasil menari, ia membiayai adik-adiknya yang masih kecil-kecil untuk melanjutkan pendidikan. Ia juga harus merawat ayahnya yang sakit-sakitan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, ia juga memiliki pekerjaan sampingan, yakni warung kecil-kecilan.
“Saya mengantar bapak ke rumah sakit dua kali sebulan untuk cuci darah. Dan semua itu memerlukan biaya,” kata Ketut Sari.
Sekali menari joged ia bisa dibayar Rp 300 ribu. “Kalau menarinya lebih bagus maka dibayar lebih gede lagi,” cerita Ketut Sari.
Sejauh ini ia sudah menari ke mana-mana. Bukan hanya di Buleleng, namun juga di desa-desa di kabupaten lain di Bali, seperti Karangasem dan Klungkung. Pendapatan yang diperoleh dari menari itu kadang langsung habis untuk biaya kebutuhan sehari-hari, biaya berobat bapaknya dan biaya pendidikan adik-adiknya. Selain itu ia juga ikut membantu beli susu untuk keponakannya.
“Sampai sekarang saya tetap menari,” kata Ketut Sari.
Joged Bumbung sendiri merupakan tari pergaulan di Bali. Biasanya dipentaskan dalam acara-acara sosial kemasyarakatan di Bali, seperti acara pernikahan, tiga bulanan.
Tarian ini ditarikan oleh penari wanita, yang kemudian mencari pasangan pria (pengibing) dari para penonton untuk diajak menari bersama. Tarian ini biasanya diiringi dengan seperangkat musik dari bambu.
Sekaa joged bumbung dari Desa Sinabun, di mana Ketut Sari menjadi penarinya, adalah sekaa joged yang terkenal di Bali.
“Kami menampilkan joged bumbung atraktif yang sangat menghibur penonton,” kata Wayan Netra, ketua kelompok Joged Bumbung Sinabun.
Menurut Netra, dalam pementasan joged bumbung pihaknya menampilkan empat penari wanita ditambah 15 orang penabuh yang membawakan gamelan khas jogeg bumbung Sinabun.[T]
APA yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata “horor”? Hmm, hantu atau setan? Ya, bisa jadi. Kepanikan, ketakutan, atau terror? Ya, bisa jadi. Secangkir Kopi Vietnam? H...
MEMBACA buku sejarah adalah membaca penafsiran-penafsiran. Membaca buku sejarah adalah membaca kejadian masa lampau yang hanya mungkin ditilik kembali dengan membangun serpihan-ser...
Cerpen: I Putu Agus Phebi Rosadi DI ruang tamu, tiga orang interogator telah duduk di depanku. Matanya tajam. Seperti ingin mencengkram leherku. “Tuan-tuan. Jangan memandang seper...
DI tengah rapat kantor, tiba-tiba telepon selular bergetar. “Halo.” Setengah berbisik. “Lagi sibuk?” suara di sana. “Lagi meeting, apa kabar?” Ujung-ujungnya: “Ada stok naskah cerp...
POLEMIK drama gong tampaknya terus berlanjut, dan tentu saja akan bagus jika polemik itu terus berlanjut sampai seni pertunjukan itu benar-benar lahir kembali dan hidup. Jika ada “...
TIDAK ada yang bisa membantah jika saya penggemar sejati film-film Warkop DKI – Dono, Kasino, Indro. Jauh-jauh dari Bali Barat saya melesat ke Denpasar ketika film Warkop DKI Rebor...
ANAKMU bukanlah anakmu, mereka adalah anak zaman. Tak ada hak bagi orangtua untuk mengungkung jiwa mereka, kendatipun rumah disiapkan buat raga mereka. Paling tidak, itulah pendapa...
SEBUAH ruang, satu tempat, sebuah wilayah, bagi manusia Bali, bisa diartikan sebuah arsitektur yang unik dan otentik. Dalam ruang itu orang Bali melakukan aktivitas, bergumul sehar...
SETIAP orang pasti pernah merasakan takut, tidak peduli tua atau muda. Rasa takut adalah salah satu emosi dasar sama seperti bahagia, sedih, marah dan sejenisnya. Menurut Kamus Bes...
LELAKI ABSTRAK Pada hamparan kanvasmu balon-balon meletus menjadi wara-warni pelangi gugusan mega awan pudar langit terhimpit mendung ditimpa matahari siluet senja halim...