Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
BULELENG | TATKALA.CO -- Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H.,LL.M., masuk dalam jajaran 20 Ilmuwan Terbaik versi Alper-Doger (AD) Scientific 2023. Peringkat ini untuk hasil kutipan karya ilmiah terbanyak.
Dewa Mangku, sapaan akrabnya berada di peringkat ke-6. Ia yang berasal dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng adalah alumni SMAN 1 Denpasar.
Ia memang dikenal memiliki konsentrasi yang besar dan menaruh perhatian pada hukum internasional dengan menyelesaikan studi S1 di Universitas Airlangga, Surabaya. Pendidikan jenjang magister dan soktor diraih dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Selain tugas utamanya sebagai dosen, kini ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha.
Tidak hanya itu, dalam dunia pendidikan dan pengajaran, ia juga kerap dipercaya mengisi kuliah di perguruan tinggi lain.
Dewa Mangku mengatakan, masuk dalam jajaran 20 besar ilmuan terbaik Indonesia versi AD Scientific 2023 adalah sesuatu yang tak pernah ia duga.
“Ini tentu di luar dugaan saya. Selama ini saya hanya fokus menulis di bidang hukum internasional dan fokus untuk internasional,” katanya, Minggu, 1/1/2023.
Dewa Mangku mengaku bangga, yapi penghargaan itu tidak membuatnya berpuas diri. Penghargaan masuk dalam 20 ilmuwan terbaik itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dalam bidang hukum, khususnya hukum internasional.
“Termasuk juga untuk menyebarkan bidang ilmu hukum internasional karena masih sangat langka di Bali, khususnya di Buleleng,” katanya.[T][Ado/*]
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...