Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
BULELENG | TATKALA.CO -- Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H.,LL.M., masuk dalam jajaran 20 Ilmuwan Terbaik versi Alper-Doger (AD) Scientific 2023. Peringkat ini untuk hasil kutipan karya ilmiah terbanyak.
Dewa Mangku, sapaan akrabnya berada di peringkat ke-6. Ia yang berasal dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng adalah alumni SMAN 1 Denpasar.
Ia memang dikenal memiliki konsentrasi yang besar dan menaruh perhatian pada hukum internasional dengan menyelesaikan studi S1 di Universitas Airlangga, Surabaya. Pendidikan jenjang magister dan soktor diraih dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Selain tugas utamanya sebagai dosen, kini ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha.
Tidak hanya itu, dalam dunia pendidikan dan pengajaran, ia juga kerap dipercaya mengisi kuliah di perguruan tinggi lain.
Dewa Mangku mengatakan, masuk dalam jajaran 20 besar ilmuan terbaik Indonesia versi AD Scientific 2023 adalah sesuatu yang tak pernah ia duga.
“Ini tentu di luar dugaan saya. Selama ini saya hanya fokus menulis di bidang hukum internasional dan fokus untuk internasional,” katanya, Minggu, 1/1/2023.
Dewa Mangku mengaku bangga, yapi penghargaan itu tidak membuatnya berpuas diri. Penghargaan masuk dalam 20 ilmuwan terbaik itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dalam bidang hukum, khususnya hukum internasional.
“Termasuk juga untuk menyebarkan bidang ilmu hukum internasional karena masih sangat langka di Bali, khususnya di Buleleng,” katanya.[T][Ado/*]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...