Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
KUTA | TATKALA.CO -- Sineas Indonesia berjaya dalam ajang BaliMakãrya Film Festival ( BFF) 2022. Pada puncak acara penganugerahan BaliMakãrya Film Festival 2022 di Courtyard TS Suite, Seminyak, Jumat (21/10/2022}, sejumlah sineas Indonesia menyabet penghargaan pada berbagai katagori.
Film berjudul Ajoomma ( Singapura) sukses menyabet Best Film Penjor Award for Southeast Asian Feature Competition, sementara untuk Best Director diraih Kamila Andini dari Indonesia (film Nana), Best Actor diraih Arswendy Beningswara (film Nana), Best Actrees diraih Asmara Abigail ( film Stone Turtle).
Sementara kategori Piala Penjor Award for Indonesian Film Showcase, untuk Best Film diraih film berjudul Galang - Adrianto Dewo, untuk Best Director diraih Ismail Basbeth (film Potret Mimpi Buruk), Best Actor M. Aldifi Tegarajasa atau Tegar ( film Tegar) dan penerima Best Actress Salvita Decorte ( film Potret Mimpi Buruk). BaliMakarya Film Festival juga memberikan penghargaan Penjor Award for Best Southeast Asian Documentary: yang diarih Children of The Mist by Ha Le Diem (Vietnam).
Malam penyerahan award berupa Piala Penjor dihadiri langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbudristek RI Dr. Hilmar Farid tersebut, juga dimeriahkan pula penampilan musisi I Wayan Balawan.
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengapresiasi pelaksanaan BaliMakãrya Film Festival digelar di Bali. Menurutnya, bicara perkembangan festival sinema di Indonesie bahkan Asia Tengegara maka even Balimakarya ini arahnya kesana.
“Even ini satu diantara sedikit festival film yang fokusnya menampilkan karya-karya di Asia Tenggara, ini kelebihan dari even ini,” kata Hilmar Farid.
Hilmar punya harapan besar pada festival ini, di mana nantnya makin banyak karya-karya dari Asia Tenggara yang ikut dalam kompetisi, apalagi setelah Pandemi Covid-19, dimana film festival yang kedua ini, ia melihat animonya cukup besar.
“Dukungan kementerian sudah komitmen memastikan festival film bisa berkembang lebih lanjut tentu berharap ada kerjasama dari berbagai pihak, terutama berbagai sponsor baik dari Bali sendiri maupun nasional maupun internaisonal,” katanya.
Hilmar menambahkan, sudah ada pembicaraan dengan teman -teman untuk melihat strategi kedepan, karena ajang film ini bukan ajang kompetisi saja, tetapi juga menjadi tempat para produser, sutradara, penyelenggara film untuk berkumpul. “ Karena ada potensi yang ada disini, kita berharap film festival ini nantinya bisa menjadi hub yang penting di wilayah ini,” katanya.
Kamila Andini mengaku senang dan terharu menerima penghargaan best director dalam ajang ini.
“Saya kaget dan bahagia, karena terpilih sebagai sutradara terbaik dalam ajang Balimakarya tahun ini, award ini menjadi motivasi untuk lebih berkarya di masa mendatang,” ujarnya.
Ajang perfilman internasional bergengsi ini digelar di Bali diinisiasi oleh komunitas film nasional BaliMakãrya dan telah berlangsung enam hari sejak dibuka Minggu (16/10/2022).
Direktur program BaliMakãrya Film Festival John Badalu mengungkapkan pelaksanaan film festival berjalan dengan baik. Berbicara tentang cerita maupun isu yang diangkat sangat mengagumkan. John Badalu menjelaskan masing -masing karya mempunyai cerita yang unik dan isu yang kuat untuk ditampilkan ke dalam bahasa audio visual yang mengagumkan.
“Para juri cukup berdebat untuk menentukan pemenang karena kekuatan di semua film yang masuk kompetisi sangat merata,” kata John Badalu.
Sementara untuk karya-karya anak bangsa tak kalah mengagumkan pula, ia menyebut karya anak bangsa juga bersaing dengan bagus.
“Ada 2 film di kompetisi Southeast Asia dan film Nana menang di Best Actor, Actress dan Best Director. Ini membuktikan kalau kualitas film Indonesia juga diakui di kancah perfilman internasional,” katanya.[T][Ado/*]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...