Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Pemerintah Kabupaten Buleleng kini memiliki Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pada Rabu (6/4/2022), CPNS formasi 2021 itu diberi SK CPNS secara resmi sekaligus diberi pengarahan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.
Untuk formasi 2021 Pemkab Buleleng menerima alokasi formasi sebanyak 231 posisi. Namun, yang terisi hanya 212 posisi. Sebanyak 19 posisi lainnya tidak terisi karena tidak ada pelamar. Sehingga, SK CPNS ini diberikan kepada 212 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 111 orang tenaga kesehatan dan 101 orang tenaga teknis. Jumlah yang lowong sebanyak 19 terdiri dari perekam medis, dokter spesialis dan jabatan fungsional lainnya.

Saat memberi pengarahan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana meminta seluruh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK) untuk bekerja lebih cepat dan lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Bupati Agus Suradnyana mengajak seluruh CPNS untuk terus mengasah kemampuannya menyesuaikan dengan bidang tugas yang ditempati. Tidak cukup hanya dengan pendidikan, namun lewat pengalamannya nanti seluruh CPNS diharapkan bisa membangun komunikasi yang baik.
Suradnyana menjelaskan dengan era teknologi sekarang ini sekat-sekat informasi sudah terhapuskan sehingga kinerja bisa lebih cepat. “Tolong bangun terus komunikasi dengan pimpinan dan jaga dengan baik perilakunya, belajar senyum ya jangan cemberut terus. Sebab banyak orang jatuh karena tidak bisa menjaga perilakunya dengan baik, tidak bisa memelihara egonya dengan baik,” jelasnya.
Bupati asal Desa Banyuatis ini berharap kepada seluruh CPNS untuk dapat membawa Buleleng kearah yang lebih baik lagi. Lebih cekatan, lebih cepat, responsif, tepat, dan akurasinya lebih bagus. Ini dikarenakan para CPNS memiliki kemampuan intelektual yang cukup. “Ini sangat penting ya. Melatih kemampuan menelaah suatu masalah. Itu akan membawa adik-adik akan menjadi seorang yang telah memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Buleleng,” kata Agus Suradnyana.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa mengatakan, sesuai dengan peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 14 tahun 2018 tentang petunjuk teknis pengadaan PNS tahun 2021, proses usul penetapan NIP saat ini dilakukan secara elektronik. Melalui sistem aplikasi layanan kepegawaian docudigital dan sistem informasi manajemen kepegawaian BKPSDM Kabupaten Buleleng. Dua aplikasi tersebut merupakan sebuah inovasi untuk guna mempercepat proses pelayanan. “Dan juga sebagai syarat dalam persetujuan penetapan NIP sebagai CPNS,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini, Bupati Agus Suradnyana juga menerima persetujuan teknis Nomor Induk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (NIPPPK) dari Kantor Regional (Kanreg) X BKN. [T][*/Ado}
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...