Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Hawa di Desa Adat Glagalinggah, Kintamani, Bangli, seperti hari-hari biasa, amatlah sejuk. Orang akan betah berlama-lama di tempat itu, karena alam di kawasan desa juga asri. Suara burung sesekali terdengar dari kawasan kebun dan hutan.
Warga desa adat, Selasa 28 Maret 2022, berkumpul. Hari itu cukup istimewa, karena program Desa Ramah Air Hujan yang diselenggarakan di desa itu sejak sekitar empat bulan lalu ditutup secara resmi. Itu artinya, program bisa dikata berjalan lancar dan berhasil.

Apa itu Program Desa Ramah Air Hujan?
Program Desa Ramah Air Hujan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat peduli air dan lingkungan menuju desa mandiri air yang diisi dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan upaya-upaya untuk mewujudkan masyarakat peduli air.
Nah, Program Desa Ramah Air Hujan di Desa Adat Glagalinggah itu merupakan kerja sama antara PT. Tirta Investama Pabrik Mambal (Aqua) dengan Lembaga Sahabat Timur Indonesia (SATIN) yang dimulai sejak 8 Desember 2021.

Program Desa Ramah Air Hujan di Desa Glagalinggah ini tentu saja bisa disebut berhasil.
“Keberhasilan program Desa Ramah Air Hujan, antara lain dibuktikan terlaksananya penanaman 2000 pohon, terbangunnya pemahaman di masyarakat Desa Kintamani tentang konservasi air,” kata Direktur SATIN Gusti Putu Armada.
Keberhasilan lainnya, kata Armada, terdatanya blok tanam dan rorak dalam system data base online (jejak.in/Databasekonservasiaqua.com), terbangunnya dan terpeliharanya 145 rorak, tersedianya perencanaan pengembangan Desa Ramah Air Hujan dan Wisata Alam (Hutan Pendidikan) serta tersedianya sosial mapping.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan program ini, khususnya masyarakat Desa Adat Glagalinggah. Dari Glagalinggah kita sentuh kepedulian terhadap lingkungan untuk desa-desa lainnya,” kata Armada.
Masyarakat Desa Adat Glagalinggah selaku penerima manfaat program pun mengamini terwujudnya masyarakat peduli air dan lingkungan menuju desa mandiri air di desa itu telah dilaksanakan dengan sangat baik.
“Dengan adanya Program Desa Ramah Air Hujan menyarakat menjadi lebih memahami tentang cara mengelola air hujan dengan benar, konsep konservasi air, hingga metode-metode konservasi air,” kata Jero Bandesa Desa Adat Glagalinggah,

Perbekel Kintamani, I Wayan Sutama saat memberikan sambutan berharap agar program Desa Ramah Air Hujan yang sudah berjalan di Desa Adat Glagalinggah dapat berkelanjutan karena memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Desa Adat Glagalinggah.
Nyoman Arsana, selaku SR Manager PT. Tirta Investama Pabrik Mambal, mengatakan komitmen Perusahaan Aqua di Desa Adat Glagalinggah adalah Program Desa Ramah Air Hujan, yang dilaksanakan dengan tiga pilar yaitu lingkungan, ekonomi dan sosial.[T][*]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...