Pertumbuhan Ekonomi Saja Tidak Cukup
DI sebuah obrolan sore yang dipenuhi asap kopi, suara kendaraan berlalu-lalang, dan pemberitaan tumbuhnya perekonomian kuartal I 2026 (5,61 persen), seorang kawan tiba-tiba berkat...
Tiga chef yang sudah tak dirahukan lagi kemampuannya, yakni Chef Masiana , Chef Agung Rai dan Chef Siharta melakukan kolaborasi di Adiwana Suweta, tepatnya di Restaurant Table Spoon, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu, 27 November 2021.
Kolaborasi ini memang secara konsisten dilakukan di Adiwana Hotel Management untuk membuat ekosistem yang saling menguatkan sesama stake holder pariwisata.
“Dari awal pandemi sampai saat ini kita hampir tiap bulan melakukan kolaborasi dengan siapa saja yang mempunyai visi dan misi yang sama dengan kita”, ungkap Chef Siharta.

Siharta yang menjadi Executive Chef Adiwana ini menambahkan, melalui kolaborasi maka semua hal bisa dengan lebih cepat tercapai dan memberikan manfaat bagi semua. Table spoon sendiri, merupakan restaurant yang dimiliki oleh Adiwana Suweta.
Restaurant ini adalah spesialis restoran untuk makanan khas Eropa dan Jepang. Uniknya, meski menyajikan masakan Eropa dan Jepang, semua yang berkolaborasi adalah chef lokal yang sudah mempunyai pengalaman puluhan tahun di bidangnya masing-masing. Kolaborasi apik antara Adiwana Suweta dengan Warung Sushi Canggu ini mengambil tema "japanese fushion".

"Japanese fushion” adalah pengabungan antara dua teknik masak yang berbeda, sehingga memberikan cita rasa yang khas. Diharapkan baik tamu lokal maupun internasional dengan mudah menerima dengan cita rasa yang di tawarkan oleh Table Spoon Bistro di Adiwana Suweta, Ubud .
“Kolaborasi seperti ini akan terus di lakukan, dan penyertaan unsur lokal akan terus menjadi "bumbu" yang akan menjadi cita rasa khas Adiwana Hotel,” kata Chef Siharta yang asal Desa Les, Buleleng, ini. [T]
DI sebuah obrolan sore yang dipenuhi asap kopi, suara kendaraan berlalu-lalang, dan pemberitaan tumbuhnya perekonomian kuartal I 2026 (5,61 persen), seorang kawan tiba-tiba berkat...
DALAM diskusi dengan beberapa teman di grup WA, saya tidak menolak diposisikan sebagai ‘buzzer’. Tapi, dengan catatan (cetak tebal, miring, plus diwarnai stabilo warna merah) – sa...
MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa diabaikan begitu saja. Banyak...
DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan malaikat-malaikat kecil nan polos. Mereka men...
KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa beban. Nyanyian, tarian dan jiwanya be...
Di atas meja kayu panjang di beranda sebuah toko modern, sebuah kaleng bekas diletakkan begitu saja. Bentuknya sudah penyok di beberapa bagian. Permukaannya kusam seperti benda ya...
DI Mataram, pemutaran film Pesta Babi baru berjalan tiga menit ketika dibubarkan. Di kota lainnya, penyelenggara didatangi, diawasi, atau ditekan bahkan sebelum layar sempat dinya...
BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah yang sama, barangkali bukan perkara sed...
FORUM Bukan Musik Biasa (BMB) #111 dilaksanakan Rabu, 20 Mei 2026 di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta. BMB #111 menghadirkan dua komposer muda, Budi Se...
PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, telah memasuki hari ketiga...