Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Kawasan wisata Mandalika, Pujut, Lombok, NTB, memasuki babak baru, dengan diresmikannya oleh Presiden Joko Widodo, Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina, Mandalika, beberapa hari lalu.
Sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu, 20 November 2021, pembukaan sirkuit internasional ini, diikuti oleh kejuraan dunia Super Bike, Super Sport dan Asia Talent Cup. Diberitakan pembalap terbaik dunia, seperti: Toprak Razgatlioghi dan Scott Redding, hadir. Hotel-hotel dan losmen-losmen di kawasan Pantai Kuta Mandalika, penuh sejak tiga pekan lalu.
International events ini, menjadi momentum baru tidak saja bagi pengembangan industri pariwisata NTB., tetapi juga bagi pengembangan wisata nasional, yang begitu terpuruk akibat pandemi.
Jika disimak, strategi pengembangan pariwisata pemerintah di luar Bali, beyond Bali, menyebut beberapa; Mandalika, Borobudur, Danau Toba, Raja Ampat, trobosan kebijakan dalam bentuk program kongkrit yang telah dilakukan di Mandalika, patut diapresiasi.
Pengembangan kawasan wisata Mandalika ke depan, jika merujuk ceramah manajemen dari pakar manajeman pemasaran dunia Philips Kotler, tentang pemasaran pariwisata, di awal tahun 1990'an di sebuah hotel di kawan Legian, dihadapkan kepada dua tantangan: pertama, pengelolaan pencitraan, image management. Kedua , pengeloaan realitas, reality management.
Dalam pandanngan Kotler, pengelolaan image, pencitraan dalam rangka membangun brand, dan bahkan equity brand, harus sejalan dengan realitas yang ada. Realitas yang ada mencakup: seluruh realitas pelayananan bagi para wisatawan menginjakkan kaki pertama di Bandara Mandalika, totalitas pelayanan di semua resorts yang ada dan atau costumers services centres, sampai kembali ke bandara.
Realitas pelayanan yang dirasakan para wisatawan ini, harus cocok, tune ini dengan image yang masuk ke benak wisatawan, sebagai hasil dari image management di atas. Ketidak-cocokan antara citra dan realitas, akan berdampak serius terhadap masa depan kawasan wisata itu.
Tantangan bagi para pelaku wisata dan juga masyarakat di seputaran Mandalika: pantai Kuta Mandalika, Pujut dan sekitarnya; kemampuan beradapsi untuk merespons perubahan, dan belajar berkelanjutan dalam pengembangan budaya pelayanan.
Jika Mandalika ingin dikembangkan sebagai integrated tourist industry, beyond Bali, maka kebijakan investasi pemerintah dan kebijakan investasi swasta harus terus didorong, dengan tetap memberikan perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Bali sangat berkepentingan agar kawasan wisata Mandalika berkembang dan terus bertumbuh, yang diharapkan dapat mengurangi tekanan ruang dan tekanan kependudukan yang selama ini dihadapi Bali akibat pertumbuhan pariwisata yang relatif tidak terkandali.
Kesempatan usaha dan kesempatatan kerja yang diharapkan terus bertumbuh di Mandalika, akan memberikan kesempatan bagi para profesional pariwisata Bali bisa berkontribusi bagi pengembangan Mandalika. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...