Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
“Solid dalam mendukung pembangunan di Buleleng. Tetap jaga kesehatan agar bisa melayani masyarakat dengan maksimal.”
Itu kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat membuka Turnamen Tenis Meja antar instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam rangka memperingati HUT ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (13/11/2021).
Intinya, Bupati Agus Suradnyana mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya untuk tetap solid. Termasuk tetap menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.
Kejuaraan tenis meja antarinstansi itu berlangsung meriah, penuh canda dalam suasan kebersamaan. “Kebersamaan seperti ini harus terus dipupuk di antara para ASN anggota KORPRI Buleleng. Jika seluruh struktur dan ASN bersatu padu, tentunya menghasilkan sesuatu yang besar dan baik,” kata Bupati.
Bupati Agus Suradnyana tampak senang dan bergembira di tengah kejuaraan itu. Menurutnya, kejuaraan olahraga antar pegawai ini sebenarnya hal kecil. Namun, bisa dikemas sekelas pertandingan besar. Walaupun para pegawai bukan seorang atlet, tapi dikemas secara serius. Bermain serius tapi diselingi dengan canda dan tawa.
“Main serius tapi santai. Hal ini bisa melepas ketegangan dari para ASN. Senin kembali lagi bekerja tentunya dengan harapan optimal dan mempersiapkan seluruh upaya pembangunan di Buleleng. Salah satunya mempersiapkan APBD 2022,” kata Bupati.
Bupati yang akan mengakhiri jabatannya pada tahun 2022 ini juga meminta kepada seluruh ASN di lingkup Pemkab Buleleng untuk berkinerja dengan baik dan benar. Segala proses pembangunan dilakukan secara hati-hati. Mulai dari proses perencanaan hingga eksekusi program agar dilakukan dengan baik. Semua itu untuk menghindari persoalan-persoalan yang muncul di kemudian hari. “Sehingga membuat kita kesusahan. Saya tekankan mohon jaga integritasnya. Kerja bersungguh-sungguh sesuai dengan mars KORPRI, bekerja tanpa pamrih,” ucap Agus Suradnyana.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Buleleng Gede Suyasa dalam laporannya menyebutkan turnamen tenis meja ini digelar untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa korsa antar anggota KORPRI di Buleleng. Meningkatkan integritas, semangat melayani, dan perekat pemersatu bangsa guna menghadapi tantangan pandemi Covid-19. “Serta menyongsong tatanan era kehidupan baru (new normal),” sebutnya.
Turnamen tenis meja serangkaian HUT ke-50 KORPRI ini diikuti oleh 40 pasang pemain dari SKPD, BUMD dan BPD Bali Cabang Singaraja. Jumlah tersebut dibagi ke dalam 14 grup dengan sistem setengah kompetisi. Para peserta akan memperebutkan empat posisi yaitu juara pertama, kedua, ketiga, dan harapan satu. “Juara akan memperoleh piagam penghargaan, trofi, dan uang pembinaan,” ungkap Suyasa.
Turnamen berlangsung selama sehari. Keluar sebagai juara pertama adalah pasangan Sekda Buleleng Gede Suyasa dan Putu Teja Lazuardi. Juara kedua direbut oleh pasangan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Made Lestariana. Peraih juara ketiga adalah pasangan Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Buleleng Ida Bagus Suadnyana dan Gede Ardika. Sedangkan juara harapan satu direbut oleh pasangan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan Komang Suendra. [T][*][Ado]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...