Wayan Jengki Sunarta# Teluk Benoa, Malam Mabuk di Ubud
TELUK BENOA -kepada investor serakah- jika suatu saat aku mati aku tak perlu kuburan bakar mayatku dan tebar abuku di laut tempat aku bisa bercanda dengan ikan-ikan...
Yang berprestasi dapat bonus. Itulah terjadi pada atlet dan pelatih dari Kabupaten Buleleng, Bali, yang berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.
Pada PON XX di Papua, Kabupaten Buleleng mengirimkan 20 orang atlet dan 5 orang pelatih untuk memperkuat kontingen Provinsi Bali. Dalam ajang PON kali ini, Provinsi Bali berhasil meraih peringkat kelima dengan total raihan medali sebanyak 106 medali dengan rincian 28 medali emas, 25 medali perak, dan 53 medali perunggu.
Dari seluruh medali yang diperoleh, atlet Buleleng berhasil menyumbangkan 3 medali emas, 5 medali perak, dan 10 medali perunggu. Raihan medali dan peringkat saat ini telah meningkat dari PON sebelumnya yang digelar di Bandung.
Nah, atlet yang meraih prestasi itu diberikan bonus yang diserahkan oleh Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Senin (1/11/2021) didampingi Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd, dan Ketua Umum Koni Buleleng Nyoman Artha Widnyana.
Bonus ini diberikan secara khusus kepada atlet yang telah menyumbangkan medali. Total bonus yang diberikan Pemkab Buleleng sebesar 211 juta rupiah. Penyerahan bonus yang diselenggarakan di Rumah Makan Ranggon Sunset ini juga dihadiri Inspektur Kabupaten Buleleng, dan Kapala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng.
Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasinya kepada para atlet dan pelatih. Dirinya mengatakan, bonus ini merupakan apresiasi kepada seluruh atlet dan pelatih dari Buleleng yang memeperkuat provinsi Bali dalam rangka mengukuti PON XX di Papua.
“Apresiasi ini adalah bentuk dukungan kami dari Pemkab kepada atlet dan pelatih agar nantinya mereka termotivasi untuk meningkatkan prestasinya. Kita sekarang mendapatkan 3 emas, perak dan perunggu juga ada. Di masa mendatang kita berharap prestasi ini bisa lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya.
Wabup Sutjidra menambahkan, bonus sudah disiapkan sebelumnya bagi para atlet yang berhasil meraih medali. Dirinya juga mengungkapkan, sebelum keberangkatan, Pemkab Buleleng juga telah memberikan uang saku kepada para atlet dan pelatih.
“Kita sebelum berangkat pun memberikan sekedar uang saku pada atlet dan pelatih. Sekarang saat mereka sudah kembali dan berkumpul, kita memberikan apresiasi. Karena bonus yang memberikan adalah provinsi, karena termasuk kontingen provinsi bali dalam PON XX Papua,” imbuhnya.
Wabup Sutjidra meminta kepada para atlet dan pelatih tidak memandang nominal yang diberikan, karena menurutnya bonus yang diberikan sekedar untuk memotivasi para atlet dan pelatih untuk lebih giat lagi berlatih dan pelatih lebih giat membina para atlet.
“Astungkara sudah mempersiapkan dari koni dan seluruh jajaran terus berkomunikasi kira-kira atlet atau cabang olahraga mana yang sekiranya akan mendapatkan medali. Seluruh cabor sama. Ada yang emas perorangan, atau beregu. Demikian juga perak peroroangan dan beregu nilainya sama yang kita berikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Koni Buleleng Nyoman Artha Widnyana mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Buleleng atas dukungannya kepada atlet dan pelatih.
“Kami mewakili KONI Buleleng mengucapkan terimakasih tak henti kepada Pemkab yang terus memberikan perhatian lebih bagi atlet-atlet olahraga di BUleleng. Khsusunya atlet dan pelatih yang berprestasi,” ucapnya.
Selain itu, Artha Widnyana menghimbau kepada para atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan kemampuannya agar mampu meraih prestasi setinggi-tingginya.
”Selaku Ketua Koni Selalu menghimbau kapada seluruh Altlet olahraga menghimbau tetap semangat berlatih untuk bisa kedepannya meraih prestasi mengharumkan nama Kabupaten Buleleng, mengharumkan Provinsi Bali bahkan mengharumkan nama Indonesia,” katanya. [T]/Ad/Ado]
TELUK BENOA -kepada investor serakah- jika suatu saat aku mati aku tak perlu kuburan bakar mayatku dan tebar abuku di laut tempat aku bisa bercanda dengan ikan-ikan...
SAMPAI saat ini, sampai saat menulis esai ini, saya masih membuat cerita pendek atau cerita panjang yang dimulai dengan judul. Mungkin belum berubah, karena agak berlebihan jika sa...
APA yang kalian pikirkan setelah mendengar kata perempuan? Lemah? Cengeng? Orang yang membuat lelaki selalu merasa susah? Penakut? Manja? Atau kalian punya pikiran lain tentang per...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) tentu berkesan bagi semua mahasiswa yang mengikutinya. Bagi mahasiswa dari kampus pendidikan Hindu, seperti Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN), tentu juga...
BAPAK Nyoman Serengen (almarhum), seorang guru meditasi dan pendiri Perguruan Tenaga Dalam Bambu Kuning, suatu hari bertutur bahwa YOGA dan UGA berakar dari akar kata yang sama. Ke...
PADA 18 Agustus 2016, saya berkesempatan mengikuti seminar yang diadakan oleh Mutiara Harapan Islamic School, Tangerang. Seminar ini terasa istimewa bagi saya karena bertepatan den...
BELAKANGAN ada sebuah fenomena baru muncul di Buleleng. Yaitu, munculnya berbagai festival di berbagai tempat. Seperti wabah, seperti virus menular, festival terus muncul sambung-m...
KETIKA dramawan Putu Satria Kusuma dengan penuh semangat melakukan transformasi atau alihwahana novel “Sukreni Gadis Bali” ke dalam bentuk drama gong, saya termasuk orang yang sang...
HALO MAHASISA! Sudahkah wisuda tahun ini? Kalau belum, dengan segala rasa iba dan duka yang teramat sangat dari lubuk hati yang paling dalam, saya sarankan tak usah melanjutkan mem...
PERAWAKANNYA tinggi besar dan tentu saja tampak luar ia 100% bule. Namun siapa sangka ketika mulai bercakap tata bahasa alus singgih-nya jauh lebih baik dari saya sendiri yang lahi...