Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Lahir dengan sederet kekayaan yang ada di dalamnya, Indonesia menghadirkan eksotika mulai dari alam, seni hingga kuliner. Dengan beragam keunikan yang ada, Indonesia selalu memiliki daya tarik tersendiri di mata dunia. Peninggalan rempah-rempah terbaik pun menjadi salah satu harta utama khususnya di bidang kuliner.
Melalui berbagai olahan resep warisan leluhur, kini kuliner nusantara satu per satu ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Perlahan dengan pengakuan kuliner nusantara di mata dunia, menjadikan pelaku industri serta masyarakat umum untuk terus melestarikannya.
Hadir dengan konsep yang mewakili kekayaan budaya Bali di setiap sudutnya, Adiwana Arkara Resort sebagai bagian dari Adiwana Hotels & Resorts menjadi sebuah boutique resort di kawasan Ubud yang aktif untuk turut melestarikan kuliner nusantara melalui restorannya yaitu Kaukau Restaurant.
Mengangkat konsep Gastronomic Nusantara Fusion, Kaukau Restaurant menghadirkan percampuran dari dua unsur bahan yang didatangkan dari laut dan daratan yang berbalut sentuhan modern serta tradisi agama hindu yang ada di Bali yaitu konsep Buana Alit dan Buana Agung.
Dengan menggandeng Adiwana Arkara Resort, Adiwana Hotels & Resorts membuka kesempatan untuk bersama-sama melestarikan warisan kuliner nusantara yang pada momen kali diwujudkan melalui sebuah Chef Competition dengan tema Nusantara Culinary.
Perlombaan diadakan pada hari Jumat, 1 Oktober 2021 pukul 14.00 hingga 16.00 di Adiwana Arkara Resort, yang diikuti oleh 11 peserta yang merupakan chef-chef profesional. Mereka adalah para chef terbaik dari seluruh unit Adiwana Hotels & Resorts, Amatara Hotels & Resorts serta Inara Hotels & Resorts. Selain sebagai bentuk upaya melanggengkan warisan kuliner nusantara, perlombaan ini juga bertujuan untuk membangun kekakraban dan kebersamaan dari seluruh chef serta tim Adiwana, Amatara, dan Inara Hotels & Resorts.
Para peserta diberikan waktu selama 2 jam untuk menghidangkan sajian Nasi Campur terbaik sesuai dengan kreasi mereka masing-masing. Nasi Campur sendiri merupakan salah salah satu masakan khas Bali yang terdiri dari nasi putih yang dihidangkan dengan berbagai lauk-pauk. Umumnya Nasi Campur disajikan dengan lauk pauk seperti ayam, telur, sayuran dan juga sate lilit yang biasanya terbuat dari ikan atau ayam.
Seusai perlombaan yang bertempat di Akasa Rooftop, acara dilanjutkan dengan beberapa rangkaian agenda seperti cocktail party dan acoustic music. Tidak lupa juga, acara ini dilengkapi dengan santap malam bersama dengan hidangan khas Kaukau Restaurant sebagai penutup dari perjalanan kuliner nusantara di Adiwana Arkara Resort.
Chef Competition yang diadakan oleh Adiwana Hotels & Resorts membentuk sebuah sinergi baik bagi internal Adiwana, Amatara, dan Inara Hotels & Resorts maupun bagi spirit industri pariwisata di Ubud dan Bali pada umumnya. Diharapkan sinergi ini dapat mengawali lebih banyak event-event khususnya di bidang kuliner ke depannya yang dapat mempercepat pemulihan pariwisata. [T][*]
___
BACA JUGA:

Wasiat Menteri Kebudayaan & Pariwisata I Gede Ardika

Menteri Pariwisata Ini Jalan-jalan di Desa, Sapa Petani dan Pelukis, Meski Tak Berkantor di Bali

Pariwisata Nusa Penida, Menunggu Bangkit dari Korona dan Sihir Konor
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...