Agar Cabai Tak Busuk, Petani Dikenalkan Alat Pengering Berbahan Gas LPG

tatkala
by tatkala — September 29, 2021 in Berita

Tatkala.co

Akademisi Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana menawarkan alat pengering cabai berbahan bakar gas LPG. Alat yang dirancang para dosen ini ditawarkan dan diperkenalkan kepada petani  di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Tabanan, Selasa (28/9/2021).

 Pengering cabai berbahan bakar gas LPG ini diharapkan dapat membantu petani memproduksi cabai kering, sehingga tidak ada cabai busuk karena saat musim panen produksi cenderung melimpah.

“Kelompok tani Sekarning Jati yang ada di desa tersebut, 80% di antaranya memilih membudidayakan tanaman cabai. Pada kondisi normal, hasil panen cabai petani berlimpah. Namun, di sisi lain, seringkali harga cabai biasanya cenderung turun” kata Ketua Tim Pengabdi Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Dr. I Gde Antha Kasmawan, S.Si., M.Si.

Menurut Antha, secara prinsip teknik pengeringan merupakan upaya untuk mengurangi kadar air cabai sehingga dapat memperlama daya simpan cabai dan dapat meningkatkan keawetannya. Upaya ini diharapkan dapat membuat harga cabai menjadi lebih stabil di pasaran sehingga baik konsumen maupun petani cabai tidak merasa dirugikan.

Antha mengungkapkan berdasarkan uji coba alat, cabai rawit matang dan cabai rawit mentah mengalami penyusutan rata-rata masing-masing sebesar 80% dan 90%. Perbedaan warna produk cabai sangat kontas, produk cabai rawit merah berwarna cerah sedangkan produk cabai rawit hijau berwarna kusam.

Selama proses pengeringan cabai tersebut, banyaknya gas LPG yang dihabiskan rata-rata sebanyak 0,55 kg atau kalau diuangkan menghabiskan biaya sekitar Rp 3.300. Dengan asumsi bahwa gas LPG sebanyak 3 kg dihargai Rp 18.000.

“Biaya sebesar ini lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pengeringan cabai secara konvensional dan juga lebih efisien karena waktu yang diperlukan lebih singkat  sekitar 6 jam, dibandingan cara konvensional  yang menghabiskan waktu selama 7-10 hari” papar Antha.

Alat pengering cabai yang dirancang oleh Dr. I Gde Antha Kasmawan, S.Si., M.Si bersama Dr. Ngurah Sutapa, S.Si., M.Si, I Made Yuliara, S.Si., M.T, Dra. Ni Nyoman Ratini, M.Si, Ir. Winardi Tjahjo Baskoro, M.T, dan Ni Luh Putu Trisnawati, S.Si., M.Si memiliki ukuran alas 80 cm x 50 cm dan tinggi 120 cm. Menggunakan kombinasi 90% bahan logam dan 10% kayu.

Pada bagian dalam alat tersebut berisi enam slot tempat nampan diletakkan. Kapasitas daya tampung alat adalah sekitar 6-8 kg cabai mentah. Sebagai sumber panas, alat tersebut menggunakan satu sumbu kompor gas yang terhubung langsung dengan sebuah tabung gas LPG melalui selang gas yang dilengkapi dengan regulator. [T][*/mul]

BACA JUGA:

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”,  Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Kedaulatan Benih Bagi Petani

Kedaulatan Benih Bagi Petani

Hantu Kotak Kosong

Dilarang Meniru Petani

Selamat Pagi Burung Hantu di Banjar Pagi, Selalulah jadi Sahabat Petani…

Selamat Pagi Burung Hantu di Banjar Pagi, Selalulah jadi Sahabat Petani…

Avatar

tatkala

Related Posts
Cerpen

Gabriela

BY Putri Handayani Juli 03, 2016

Cerpen: Putri Handayani   “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...

Read More
Cerpen

Wanita Senja

BY Satia Guna Juni 25, 2016

Cerpen: Satia Guna                Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...

Read More