Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Semua tahu, semenjak merebaknya Covid-19, tingkat perekonomian Indonesia turun drastis. Bagaimana tidak, Karyawan banyak yang di-PHK, menimbulkan peningkatan angka pengangguran, bahkan pendapatan pedagang-pedagang kaki lima kini kian tumpul.
Masyarakat mengeluh, meringkik, menangis karena keadaan ekonomi mereka. Pulau Bali yang dikenal dengan pulau pariwisata juga menurun ekonominya, hotel-hotel, restoran, tempat wisata sudah cukup banyak yang tutup karena bangkrut, sepi, tidak ada wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung. Sungguh sangat menyedihkan melihat situasi seperti ini.
Dampak pandemi ini memang sangat menyakitkan, namun masyarakat Indonesia tetap tidak boleh lemah tidak boleh kalah melawan virus ini. Masyarakat harus semangat bekerja untuk agar perekonomian keluarga terus menjadi lebih baik.
Ada tips-tips yang akan saya berikan agar tetap memiliki daya juang yang tinggi dalam bekerja, yaitu :
Artinya kita harus bersyukur memiliki pekerjaan saat ini yang kita emban atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa karena kita tidak menjadi pengangguran di era pandemi seperti ini yang susah dalam mencari pekerjaan.
Artinya kerja kita adalah tanggung jawab kita, sehingga kita harus menyelesaikan suatu pekerjaan yang komitmen sesuai yang diharapkan.
Artinya ketika bekerja harus dilandasi dengan semangat pengabdian sehingga akan muncul motivasi yang mendorong untuk bekerja dengan tuntas dan penuh integritas.
Artinya ketika kita bekerja dilandasi dengan semangat untuk beribadah, maka disetiap gerak dan langkah kita akan dicatat sebagai kebaikan.
Artinya dalam bekerja agar tidak monoton, maka harus memiliki kreatifitas dengan menggunakan cara yang cepat, tepat, cermat serta bermanfaat.
Artinya setiap pekerjaan akan terkait dengan pelayanan, jadi harus bekerja dengan kerendahan hati yang akan menghasilkan kinerja paripurna.
Selain itu, walaupun tingkat angka pengangguran cukup tinggi, alangkah baiknya orang-orang yang masih menganggur tetap melakukan hal-hal kegiatan produktif untuk mencari peluang bisnis kekinian di masa pandemi. Ada sejumlah tips untuk ini.
Artinya melihat lebih jeli di masyarakat sekitar peluang bisnis disaat pandemi, misalnya masyarakat saat ini tentu lebih banyak melakukan aktivitas belanja online, belajar online , sehingga bisnis yang dapat dilakukan melakukan penjualan barang-barang rumahan, kuliner, dan menjadi guru privat, dan masih banyak lainnya.
Artinya setelah mendapatkan ide bisnis harus disesuaikan mana yang sekiranya masuk dengan anggaran modal awal yang dimiliki, serta harus memahami aspek-aspek apa saja yang bisa ditekan pengeluarannya atau aspek-aspek apa saja yang dapat membantu memaksimalkan pendapatan.
Artinya dalam membangun sebuah bisnis harus menentukan secara speisifik target yang dituju untuk ditawarkan produk yang akan dijual kepada target tersebut, dengan demikian akan semakin mudah dalam menyusun rencana strategi bisnis, dan juga harus menentukan kompetitor-kopetitor yang ada, sehingga dapat mempermudah untuk mencari inovasi dalam menjalankan bisnis.
Artinya di era yang serba digital saat ini, peran media sosial memberikan dampak positif yang cukup besar dalam mengembangkan bisnis, memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai salah satu senjata promosi bisnis, karena saat ini masyarakat lebih banyak mempromosikan bisnis secara online dimasa pandemi seperti ini karena belum bisa bertatap muka. Jadi itulah beberapa tips yang dapat saya sampaikan untuk memulai bisnis dimasa pandemic.
Walaupun masih dalam suasana pandemi, kita sebaiknya tidak boleh menyerah dan kalah dengan situasi seperti ini, tetap harus berusaha dan terus berusaha, jika gagal, harus bangkit kembali dan coba lagi, bekerjalah dengan ikhlas, buang rasa keluhanmu, karena orang yang dikatakan sukses adalah orang yang gigih dan pantang menyerah. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...